PAYAKUMBUH — Warga Kelurahan Sapaku, Payakumbuh, kini punya agenda rutin bulanan yang mengombinasikan hiburan tradisional dengan peluang usaha. Pemerintah kota setempat meluncurkan SAKU TABA—akronim dari Sawah Padang Aua Kuniang Tujuan Wisata Budaya dan Adat—sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis budaya lokal.
Acara yang dibuka Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman ini menghadirkan sejumlah atraksi khas Minangkabau. Mulai dari pacu itik yang menjadi tradisi turun-temurun, tari tradisional, silek (silat), randai, hingga hadrah.
“Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Elzadaswarman saat melepas itik sebagai tanda dimulainya atraksi pacu itik.
SAKU TABA tidak hanya menyajikan pertunjukan. Warga juga bisa menikmati pameran produk UMKM, kerajinan bambu, dan kuliner khas setempat. Salah satu yang diandalkan adalah gulai itik lado hijau, sajian khas yang selama ini sudah dikenal di kawasan Sapaku.
Lurah Sapaku Deop Darius mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah. “SAKU TABA kami rancang sebagai agenda rutin setiap akhir bulan agar menjadi daya tarik wisata sekaligus wadah promosi bagi pelaku seni dan UMKM,” jelasnya.
Kawasan Sapaku dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya. Selain tradisi pacu itik yang sudah dikenal luas, daerah ini memiliki sejumlah objek wisata unggulan seperti Gadih Angik, Panorama Ampangan, dan Puncak Batu Barigi. Ketiganya bisa menjadi paket wisata bagi pengunjung yang datang ke SAKU TABA.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aua Kuniang, B. Dt. Paduko Marajo, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap SAKU TABA dapat terus berlanjut sebagai sarana pelestarian budaya sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan menggabungkan kekuatan budaya, tradisi, dan potensi ekonomi lokal, SAKU TABA diharapkan mampu menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi warga Payakumbuh.
Pemerintah Kelurahan Sapaku menargetkan SAKU TABA digelar rutin setiap akhir bulan. Inisiatif ini menjadi salah satu strategi Pemkot Payakumbuh dalam mendorong pariwisata berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan.