SUMATERA BARAT — Persib Bandung resmi menuntaskan musim 2025/2026 sebagai juara Super League. Konsistensi skuad asuhan Bojan Hodak terbangun dari lini belakang yang solid, dan data menit bermain menjadi indikator paling jelas siapa pilar yang paling diandalkan.
Menariknya, posisi puncak daftar pemain dengan akumulasi waktu bermain tertinggi justru diisi seorang penjaga gawang. Bukan pemain asing atau gelandang serang, melainkan Teja Paku Alam yang menjadi motor keamanan di bawah mistar.
Kiper asal Padang itu tak tergantikan dalam 31 pertandingan musim ini. Catatan 2.790 menit bermainnya melampaui seluruh rekan setim, termasuk para pemain asing yang jadi langganan starter.
Lebih dari sekadar durasi, Teja menorehkan rekor individu dengan jumlah clean sheet terbanyak sepanjang sejarah Persib. Ia berhasil melampaui catatan yang sebelumnya dipegang Yoo Jae-hoon, legenda asal Korea Selatan yang memperkuat Maung Bandung di era 1990-an.
Bek Argentina Patricio Matricardi menempati urutan kedua dengan 2.637 menit dari 31 pertandingan (29 kali starter). Perannya dalam menjaga soliditas pertahanan menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Persib menekan jumlah kebobolan.
Di posisi ketiga, gelandang Uilliam Barros mencatat 2.438 menit dari 33 laga. Ia tak hanya menjadi motor permainan di lini tengah, tetapi juga produktif dengan sumbangan delapan gol dan satu assist sepanjang musim.
Pilar Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, duduk di urutan keempat dengan 2.303 menit bermain. Dari 28 penampilan, ia menjadi starter dalam 25 laga, menunjukkan kepercayaan penuh Bojan Hodak terhadap mobilitas dan daya juangnya.
Melengkapi lima besar, Federico Barba menorehkan 2.198 menit. Bek berpengalaman asal Italia itu menjadi sosok penting di lini belakang berkat ketenangan dan kemampuan membaca permainan yang membantu meredam berbagai serangan lawan.
Kelima pemain ini menjadi tulang punggung Persib Bandung dalam perjalanan meraih gelar juara Super League 2025/2026. Tingginya menit bermain yang mereka catat membuktikan betapa vitalnya peran masing-masing dalam skuad asuhan Bojan Hodak.