SUMATERA BARAT — Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya disiplin tinggi dalam pengelolaan keuangan negara. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para petani dan aparat setempat saat meninjau lokasi pertanian di Tabanan, Bali, kemarin. Menurutnya, tanpa penghematan dan pengelolaan yang ketat, pemerintah tidak akan memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai program-program strategis nasional.
Kepala Negara secara spesifik menyebut sektor pendidikan sebagai salah satu penerima manfaat utama dari kebijakan penghematan ini. Prabowo menilai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, efektivitas penggunaan setiap rupiah dari kas negara menjadi syarat mutlak.
“Uang harus dihemat, harus dijaga. Kekayaan negara harus dijaga,” kata Presiden dalam sambutannya yang dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.
Prabowo menambahkan, Indonesia sesungguhnya memiliki sumber daya alam yang melimpah. Tantangan terbesar bangsa ini, lanjut dia, bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada kemampuan mengelola dan menjaganya agar hasilnya kembali kepada rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara eksplisit menghubungkan pengelolaan fiskal yang ketat dengan target kesejahteraan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah fondasi untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera di seluruh sektor kehidupan.
“Pendidikan yang bisa membuat rakyat sejahtera di semua bidang,” ujar Prabowo.
Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tengah berlangsung. Pemerintah sebelumnya telah mengisyaratkan akan ada porsi belanja yang lebih besar untuk sektor pendidikan dan perlindungan sosial pada tahun anggaran mendatang. Kunjungan Presiden ke sentra produksi pangan di Tabanan itu juga dimaksudkan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan seiring dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia.