SUMATERA BARAT — Kekalahan dan hasil imbang tanpa gol Inggris dalam dua laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang pada Maret lalu menjadi bukti paling gamblang. Tanpa Harry Kane di lini depan, Tim Tiga Singa kehilangan taringnya. Pelatih Thomas Tuchel pun sadar betul: performa tim di turnamen ini akan naik-turun mengikuti kondisi kaptennya.
Ketergantungan Inggris pada Satu Nama
Kane adalah top skor sepanjang masa Inggris dengan 79 gol dari 113 penampilan. Ia juga pencetak satu-satunya gol kemenangan saat Inggris mengalahkan Selandia Baru 1-0 pekan lalu. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah ketiadaan pengganti yang setara.
"Harry Kane begitu penting. Jika ia mengumumkan pensiun dari timnas siang ini, semua orang akan langsung memandang peluang Inggris di Piala Dunia secara berbeda, lebih pesimis," ujar mantan striker Inggris Chris Sutton kepada BBC Sport. Bek gaek Paul Robinson menambahkan, "Ia adalah satu pemain yang tak bisa digantikan Inggris. Jika Inggris tampil baik, itu artinya Harry Kane bermain baik."
Momen Penebusan di Tengah Bayang-bayang Kegagalan
Kane telah merasakan pahitnya kekalahan di final Piala Eropa 2020 dan 2024, semifinal Piala Dunia 2018, serta perempat final Piala Dunia 2022. Di Qatar, ia gagal mengeksekusi penalti saat Inggris kalah 1-2 dari Prancis. Catatan turnamennya juga tidak selalu mulus: di Euro 2016 ia lebih banyak mengambil tendangan sudut (7 kali) daripada mencetak gol (0 gol).
Namun, musim ini berbeda. Trofi Bundesliga kedua beruntun dan hat-trick di final Piala Jerman menunjukkan Kane sedang dalam puncak performa. "Ini bisa menjadi turnamen besar baginya," kata Robinson. "Tuchel berani mengambil keputusan besar, tapi satu hal yang tidak pernah ia ubah adalah memainkan Kane sebagai striker tunggal."
Jalan Terjal di Grup dan Target Final
Inggris akan memulai kampanye melawan Kroasia di Dallas pada 17 Juni 2025. Jika Kane tetap fit, peluang Inggris untuk menembus final untuk pertama kalinya sejak 1966 terbuka lebar. Jika tidak, skenario sebaliknya yang akan terjadi. Kane sendiri kini memiliki misi pribadi: menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas setelah bertahun-tahun haus gelar di Tottenham Hotspur. Panggung Piala Dunia ini adalah kesempatan terakhirnya untuk membuktikan statusnya sebagai yang terbaik.