PLN Resmi Perpanjang Pasokan Listrik di Pulau Paku Jadi 18 Jam, Nelayan Bisa Produksi Es Sendiri

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:15 WIB
PLN resmi memperpanjang pasokan listrik di Pulau Paku menjadi 18 jam per hari.

SUMATERA BARAT — Sebelumnya, Pulau Paku hanya mendapat aliran listrik selama 12 jam pada malam hari. Kondisi itu membuat nelayan dan pelaku UMKM kesulitan menjalankan aktivitas produktif di siang hari. Kini, setelah PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) bersama Pemerintah Kabupaten Morowali meresmikan perluasan jam operasi, pasokan listrik menyala mulai pagi hingga malam.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyebut langkah ini bukan sekadar urusan teknis menyalakan lampu. “Peningkatan jam operasi ini adalah langkah konkret PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor perikanan dan UMKM yang menjadi urat nadi masyarakat kepulauan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Dampak Langsung: Es untuk Ikan dan Belajar di Siang Hari

Dengan tambahan pasokan listrik di siang hari, warga Pulau Paku kini bisa memproduksi es secara lokal untuk mengawetkan hasil tangkapan nelayan. Sebelumnya, keterbatasan listrik memaksa nelayan mengandalkan es batu dari daratan yang biaya logistiknya tinggi. Anak-anak sekolah juga bisa belajar lebih awal tanpa harus menunggu malam tiba.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku, Ika Safitri Ismail, yang hadir langsung di lokasi peresmian, mengatakan peningkatan jam operasi ini merupakan respons cepat terhadap aspirasi warga. “Petugas kami di lapangan akan terus bersiaga menjaga performa mesin pembangkit dan jaringan distribusi agar pasokan listrik tetap terjaga,” jelas Ika.

Target 24 Jam dan Apresiasi Pemkab

PLN tidak berhenti di angka 18 jam. Manajer PLN UP3 Palu, Ansar, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi berkala pasca-peningkatan jam operasi ini. “Ini adalah fase krusial menuju target operasional 24 jam non-stop. PLN terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan secara bertahap dan terukur,” kata Ansar.

Evaluasi mencakup penguatan keandalan mesin, pasokan bahan bakar, serta pemeliharaan jaringan untuk meminimalisasi potensi gangguan teknis. PLN juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal transisi ini hingga Pulau Paku bisa menikmati listrik penuh 24 jam.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Kehadiran listrik yang kini jauh lebih lama di siang hari akan mengubah wajah perekonomian di sini. Ini adalah sinergi luar biasa antara PLN dan Pemkab Morowali dalam menyejahterakan warga, terutama di wilayah kepulauan,” ungkapnya.

Langkah PLN ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Sulawesi Tengah. Dengan bertambahnya jam nyala, warga Pulau Paku tidak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga peluang ekonomi yang sebelumnya terhambat oleh keterbatasan energi.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sultengraya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top