SUMATERA BARAT — Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tak bisa jalan sendiri. Butuh gotong royong lintas sektor, mulai dari pabrikan otomotif, perbankan, hingga perusahaan pembiayaan seperti MUF. Lewat program bertajuk EV & Hybrid Experience, MUF mencoba pendekatan berbeda: membiarkan konsumen merasakan langsung sensasi berkendara listrik sambil ngopi santai.
Acara ini digelar serentak di tiga lokasi berbeda: Pani Sedayu City Kelapa Gading, Kopitagram Centang Biru BSD, dan Taste & See Summarecon Bogor. Pengunjung bisa menjajal langsung 15 merek kendaraan listrik dan hybrid yang disediakan oleh jaringan dealer rekanan MUF dan Bank Mandiri.
Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, mengatakan pembiayaan menjadi salah satu kunci utama selain kesiapan infrastruktur dan teknologi. "Percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga dukungan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses," ujarnya.
Yang membedakan program ini dari pameran biasa adalah penggabungan antara pengalaman berkendara dan konsultasi pembiayaan. Nasabah yang tertarik tak hanya bisa merasakan handling mobil listrik, tapi juga langsung mendapat informasi soal skema kredit yang kompetitif dari MUF.
Menurut Dapot, pengalaman langsung menjadi cara efektif meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi baru. "Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba langsung kendaraan listrik sekaligus memperoleh informasi terkait skema pembiayaan yang tersedia," tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang MUF memperluas akses pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Selain mendorong penjualan, MUF juga ingin meningkatkan literasi masyarakat terhadap kendaraan listrik yang masih dianggap asing oleh sebagian besar konsumen Indonesia.
Dengan menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra perbankan, MUF berharap bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli potensial. Apalagi, tren kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan, meski masih terkendala harga jual yang lebih tinggi dibanding mobil konvensional.
Ke depan, MUF berencana memperbanyak program serupa di kota-kota besar lain untuk mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik di tanah air.