PADANG PARIAMAN — Bagi keluarga Mairizal dan Irma Nurmalis di Jorong Sungai Sirah, Nagari Sungai Sirah Kuranji Hulu, memiliki rumah sendiri bukan lagi sekadar mimpi. Setelah nyaris satu dekade menumpang hidup di pondok kecil di tengah sawah yang rentan terhadap cuaca dan keterbatasan ruang, kini mereka resmi menempati hunian permanen yang lebih aman dan nyaman.
Peresmian rumah tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi antara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Padang Pariaman bersama para donatur dari Alumni PSKD 1 Jakarta. Program ini menyasar warga prasejahtera yang belum memiliki tempat tinggal layak di wilayah setempat.
Sepuluh Rumah Ditargetkan, Lima Unit Sudah Rampung
Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, mengungkapkan bahwa program rehabilitasi dan pembangunan rumah tidak layak huni ini menargetkan sepuluh unit rumah. Hingga saat ini, lima unit di antaranya telah selesai dibangun dan diserahkan kepada penerima manfaat, sementara lima unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
"Program ini adalah bentuk kepedulian bersama. Kami bersyukur karena dukungan dari Alumni PSKD 1 Jakarta memungkinkan kami untuk merealisasikan bantuan ini secara bertahap," ujar Nita dalam sambutannya saat penyerahan rumah.
Dari Hibah Tanah Hingga Hunian Permanen
Proses panjang yang dilalui keluarga Mairizal dan Irma Nurmalis tidak hanya soal pembangunan rumah. Sebelum menerima bantuan, keluarga ini diketahui belum memiliki tanah sendiri. Melalui program ini, mereka tidak hanya mendapat bangunan rumah, tetapi juga hibah tanah yang memungkinkan mereka memiliki tempat tinggal yang sah dan tetap.
Mairizal, suami Irma, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bantuan yang diterima keluarganya. Ia menyebut rumah baru ini bukan sekadar dinding dan atap, melainkan awal dari kehidupan yang lebih baik setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Ini sangat berarti bagi kami dan menjadi harapan baru untuk masa depan keluarga," ungkap Mairizal dengan suara bergetar.
Gotong Royong Lintas Sektor Jadi Kunci
Program rumah layak huni di Padang Pariaman ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan komunitas alumni dapat menghasilkan dampak langsung bagi warga kurang mampu. Keberhasilan tahap pertama ini diharapkan menjadi pendorong bagi kelanjutan program di wilayah lain di Kabupaten Padang Pariaman.
Nita Christanti Azis menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan perluasan program ke depannya. "Kami berharap kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan," katanya.