SUMATERA BARAT — Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, peringatan Hari Bhayangkara tidak digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung upacara di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7) besok.
Keputusan memindahkan lokasi upacara dari Monas ke Cikeas bukan tanpa alasan. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, Satlat Brimob dipilih karena merepresentasikan keterbukaan Polri kepada publik. "Agar masyarakat dapat melihat setiap tugas kepolisian ada proses pendidikan, latihan pembentukan nilai-nilai dan karakter sebagai simbol peningkatan kualitas sumber daya manusia," ujar Johnny kepada wartawan, Selasa (30/6).
Lokasi ini, menurut Johnny, menjadi simbol bahwa Polri terus membangun pondasi pelayanan yang profesional dan modern. "Polri selalu ada di tengah-tengah masyarakat di mana pun," tegasnya.
Upacara puncak akan melibatkan 9.000 peserta yang terdiri dari personel Polri, TNI, dan komponen masyarakat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran kementerian/lembaga, serta tamu undangan lainnya juga dijadwalkan hadir.
Dalam acara tersebut, selain parade defile, akan digelar pemberian tanda kehormatan, peragaan, dan syukuran. Polri juga akan memamerkan alat utama (alut) dan alat khusus (alsus) buatan dalam negeri. "Ada juga pemberian bantuan sosial kepada masyarakat," kata Johnny.
Johnny mengungkapkan bahwa rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 telah berlangsung sejak Mei lalu. Berbagai kegiatan digelar untuk mendekatkan Polri dengan warga, seperti Bhakti Bhayangkara, anjangsana, dzikir dan doa bersama lintas agama, perlombaan, pekan olahraga, hingga pagelaran wayang.
"Dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan dan sebelum puncak upacara mendekat dengan masyarakat kemudian juga bersama sama dengan masyarakat," tutur Johnny. Seluruh rangkaian ini, kata dia, memiliki makna bahwa Polri tetap konsisten memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi masyarakat.