SUMATERA BARAT — Babak 16 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan Inggris dengan Meksiko, yang bertindak sebagai tuan rumah. Laga ini akan digelar di stadion legendaris Azteca, markas yang sudah menyaksikan banyak drama sepak bola dunia. Bagi pasukan Thomas Tuchel, ini bukan sekadar laga gugur biasa — ini ujian psikologis melawan atmosfer publik yang membara.
Sepanjang sejarah 16 partisipasi sebelumnya di Piala Dunia, Inggris hanya tiga kali bersua tuan rumah. Hasilnya bervariasi: menang, imbang, dan kalah masing-masing sekali.
Pertemuan pertama terjadi pada 1954 di Swiss. Inggris menekuk tuan rumah 2-0 di fase grup. Lalu pada 1982, giliran Spanyol yang menjadi lawan di babak grup kedua — skor 0-0. Pengalaman terakhir justru pahit: Inggris kalah 1-2 dari Italia dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1990.
Tantangan kali ini lebih berat. Meksiko tak sekadar bermain di kandang sendiri, mereka juga belum kebobolan satu gol pun di Piala Dunia 2026. Lini pertahanan solid plus dukungan puluhan ribu suporter di Azteca membuat laga ini diprediksi ketat.
Inggris sendiri datang dengan skuad bertabur bintang di bawah arahan Thomas Tuchel. Namun, tekanan bermain di hadapan publik yang fanatik kerap menjadi batu sandungan bagi tim-tim Eropa.
Tuchel harus menyiapkan strategi khusus. Pertandingan melawan tuan rumah bukan hanya soal taktik di atas kertas, tetapi juga soal ketahanan mental. Inggris wajib memanfaatkan setiap peluang karena lawan tak akan memberi banyak ruang.
Pertandingan akan kick-off Senin pagi WIB. Jika lolos, Inggris akan melangkah ke perempat final dengan modal kepercayaan diri yang jauh lebih besar. Namun jika kalah, catatan buruk melawan tuan rumah di fase gugur akan kembali terulang.