PADANG — Ekspor Sumatera Barat pada awal tahun ini masih bertumpu pada lima negara utama di kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah. Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, merilis data hingga Mei 2026 yang menunjukkan India memimpin dengan nilai 271,30 juta dolar AS, setara 22,96 persen dari total ekspor daerah itu.
Pakistan dan Myanmar Ikut Dominasi Pasar Ekspor Sumbar
Pakistan menempati posisi kedua dengan nilai ekspor 195,53 juta dolar AS, disusul Myanmar sebesar 130,97 juta dolar AS. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 50,59 persen dari total ekspor Sumatera Barat.
“Nilai ekspor Januari–Mei 2026 terbesar adalah ke India sebesar 271,30 juta US Dolar, disusul Pakistan 195,53 juta US Dolar dan Myanmar 130,97 juta US Dolar,” kata Nurul dalam Berita Resmi Statistik, Kamis (2/7/2026).
Mesir dan Bangladesh Masuk Lima Besar, Tiongkok Posisi Keenam
Mesir menjadi tujuan ekspor keempat dengan nilai 129,23 juta dolar AS, sementara Bangladesh mencatat 121,05 juta dolar AS. Di luar lima besar, Tiongkok berada di urutan keenam dengan nilai 120,41 juta dolar AS, diikuti Jepang (35,94 juta dolar AS), Belanda (29,73 juta dolar AS), Rusia (26,38 juta dolar AS), dan Amerika Serikat (24,30 juta dolar AS).
Mengapa Ekspor ke India Paling Besar? CPO Masih Jadi Primadona
Komoditas utama yang dikirim ke India adalah crude palm oil (CPO), yang selama ini menjadi andalan ekspor Sumatera Barat. Menurut Nurul, CPO masih mendominasi struktur ekspor daerah itu dan menjadi penopang utama kenaikan nilai ekspor secara keseluruhan.
Kinerja Ekspor Sumbar: Naik 16 Persen, Tapi Mei 2026 Anjlok
Secara kumulatif, nilai ekspor Sumatera Barat pada Januari–Mei 2026 mencapai 1,18 miliar dolar AS. Angka ini naik 16,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Namun, jika dilihat per bulan, kinerja Mei 2026 justru menurun drastis. Ekspor pada bulan itu hanya tercatat 146,46 juta dolar AS, atau turun 34,29 persen dibandingkan Mei 2025.