PADANG — PT Semen Padang memulai program magang periode Juli 2026 dengan menerima 450 mahasiswa dan pelajar dari dalam maupun luar Sumatera Barat. Seluruh peserta menjalani pembekalan sebelum ditempatkan di berbagai unit kerja perusahaan semen pertama di Indonesia itu.
Kegiatan pembekalan digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang. Peserta diperkenalkan dengan budaya kerja, aturan perusahaan, proses bisnis, hingga ragam produk. Tujuannya agar mereka memiliki gambaran utuh sebelum terjun langsung ke lingkungan industri.
Aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi perhatian utama dalam program ini. Staf Safety, Health and Environment (SHE) PT Semen Padang, Jefri Antoni, memberikan materi tentang penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap rambu keselamatan, dan prosedur operasional di area pabrik.
“Kami meminta seluruh peserta benar-benar memperhatikan aspek keselamatan kerja selama berada di area perusahaan. Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan bagian dari budaya kerja PT Semen Padang yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh insan perusahaan, termasuk peserta magang,” tegas Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, saat membuka kegiatan mewakili manajemen.
Fransiska, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas yang ditempatkan di Unit Komunikasi dan Kesekretariatan, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar di perusahaan legendaris tersebut. Ia berharap ilmu komunikasi yang dipelajari di kampus bisa langsung diterapkan.
“Saya berharap dapat mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah dipelajari selama kuliah sekaligus memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari para pembimbing di PT Semen Padang. Mudah-mudahan kesempatan ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk dunia kerja ke depan,” ujarnya.
Siska Ayu Soraya mengapresiasi antusiasme peserta yang memilih PT Semen Padang sebagai tempat pengembangan kompetensi. Menurutnya, program magang menjadi jembatan antara teori di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.
Staf Komunikasi PT Semen Padang, Mikel Muhammad, memaparkan profil perusahaan dan proses produksi semen—dari pengolahan bahan baku hingga produk siap jual. Materi ini diharapkan membantu peserta menghubungkan teori akademik dengan praktik manufaktur.
Siska juga mendorong peserta untuk aktif bertanya kepada pembimbing selama magang. “Jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing apabila menemukan hal-hal yang belum dipahami. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin, karena pengalaman di dunia kerja akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional,” katanya.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyatakan bahwa program ini juga diharapkan memberi kontribusi positif bagi unit kerja yang ditempati peserta magang. Kolaborasi antara peserta dan tim di lapangan dinilai mampu mendukung kinerja perusahaan secara keseluruhan.