PAYAKUMBUH — Sebanyak 150 orang yang terdiri dari pustakawan, pengelola perpustakaan, guru, dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kota Payakumbuh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat. Kegiatan ini menjadi salah satu ujung tombak pemerintah daerah untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang ditargetkan mencapai angka 72,25 pada tahun 2026.
Mengapa Literasi Informasi Jadi Kunci di Era Digital?
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Novriwandi, yang membuka acara mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, menyoroti tantangan besar yang mengiringi kemajuan teknologi. Menurutnya, kemudahan akses informasi justru berbanding lurus dengan meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi.
"Kemampuan memilah serta memverifikasi informasi menjadi keterampilan yang sangat penting di era digital," ujar Novriwandi dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu maupun informasi yang menyesatkan.
Target IPLM 72,25: Bukan Sekadar Angka
Novriwandi menekankan bahwa target pembangunan literasi masyarakat tersebut hanya bisa tercapai melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya satu organisasi perangkat daerah (OPD).
“Target tersebut hanya bisa tercapai melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perpustakaan kini tidak lagi sekadar tempat membaca. Fungsinya telah berevolusi menjadi pusat pembelajaran, inovasi, sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat. Program ini, lanjut Novriwandi, selaras dengan visi pembangunan Kota Payakumbuh yang ingin mewujudkan daerah maju dan bermartabat melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan mutu pendidikan, serta pengembangan UMKM yang berdaya saing.
Bimtek ini Bekali Peserta dengan Apa Saja?
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi keakuratan informasi, mencari sumber yang dapat dipercaya, serta memanfaatkan informasi secara etis dan efektif.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Barat, Muhammad Fadli, S.Sos., M.I.Kom., sebagai narasumber utama. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh.
Erwan berharap, ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak hanya berhenti di ruang bimtek, tetapi dapat diterapkan di sekolah, perpustakaan, dan komunitas masing-masing. "Kami ingin kegiatan ini menjadi awal terbentuknya kolaborasi antarpustakawan, guru, dan pegiat literasi guna membangun ekosistem literasi yang semakin kuat dan berkelanjutan di Kota Payakumbuh," pungkasnya.