Danantara Resmi Merger Empat Manajer Investasi BUMN, Mandiri MI Jadi Induk Perusahaan

Penulis: Teuku Fahreza  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 13:51:31 WIB
Danantara resmi merger empat manajer investasi BUMN dengan Mandiri MI sebagai induk perusahaan.

SUMATERA BARAT — Keputusan strategis ini diambil dalam rapat pimpinan Danantara pada Selasa (7/7) lalu. Hadir dalam pertemuan tersebut CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.

Empat Entitas yang Dilebur dan yang Bertahan

Empat perusahaan yang akan digabung adalah PNM Investment Management, BNI Asset Manajemen, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi. Dari keempatnya, Mandiri MI ditetapkan sebagai surviving entity atau perusahaan yang akan menampung seluruh aset dan operasional.

"Streamlining itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Dony Oskaria dalam keterangan resminya, Rabu.

Dampak bagi Pengelolaan Aset Negara

Konsolidasi ini dirancang untuk membangun platform pengelolaan aset yang lebih terintegrasi dan profesional. Dengan skala yang lebih besar, Danantara yakin kapabilitas tata kelola akan menguat, efisiensi operasional meningkat, dan daya tarik investasi semakin besar.

Lewat merger ini, portofolio aset dari keempat perusahaan akan disatukan. Harapannya, produktivitas aset BUMN bisa terdongkrak dan kepercayaan investor global terhadap Indonesia semakin kuat.

Target ke Depan: Kontribusi Ekonomi yang Lebih Besar

Danantara menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar penggabungan administratif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional. Dengan satu asset management raksasa, negara bisa lebih leluasa mengoptimalkan aset-aset yang selama ini tersebar di berbagai entitas.

Konsolidasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sejalan dengan target pemerintah dalam mengelola kekayaan negara secara lebih produktif dan transparan.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top