Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin merinci, dari total kunjungan wisman pada Mei 2026, hampir 76 persennya berasal dari Malaysia, yakni sebanyak 5.891 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Australia dengan 331 kunjungan, Singapura 198 kunjungan, dan Amerika Serikat 134 kunjungan.
"Turis asal Spanyol mencatat peningkatan tertinggi dibandingkan April 2026, yakni naik 270 persen," kata Nurul di Padang, Kamis.
Prancis dan Spanyol melengkapi daftar sepuluh besar dengan masing-masing 91 dan 74 kunjungan. Lonjakan signifikan dari pasar Eropa ini menjadi sinyal positif bagi diversifikasi asal wisatawan ke Ranah Minang.
Meski secara bulanan meningkat, secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, total wisman yang masuk melalui BIM mencapai 30.092 kunjungan. Angka ini justru turun 12,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kondisi berbeda terjadi pada wisatawan nusantara (wismus). Sepanjang lima bulan pertama 2026, jumlah perjalanan wismus ke Sumbar mencapai 10,07 juta perjalanan, naik tipis 0,41 persen secara tahunan.
Pada Mei 2026 saja, tercatat 2.004.175 perjalanan wismus ke Sumbar. Angka ini meningkat 6,21 persen dari April 2026 dan melonjak 13,66 persen dibandingkan Mei 2025.
Data BPS juga menyoroti Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumbar pada Mei 2026 yang mencapai 46,17 persen. Angka ini hanya naik tipis 0,35 persen poin dibandingkan April 2026.
Sebaliknya, TPK hotel nonbintang justru turun 0,91 persen poin menjadi 16,92 persen. Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang tercatat 1,24 malam.
Kepala BPS menambahkan, jumlah perjalanan wismus asal Sumbar sendiri pada Mei 2026 mencapai 1.833.194 perjalanan. Jumlah ini naik 10,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan mobilitas warga lokal juga meningkat.