LUBUK BASUNG — Setiap warga yang terdaftar mendapatkan setengah papan atau 15 butir telur. Kepala Dinas Pertanian Agam, Armelia, mengatakan bantuan ini berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Charoen Pokphand Jaya Farm, perusahaan peternakan yang menjadi mitra pemerintah daerah.
“Mereka mendapatkan bantuan setelah mendaftar ke meja yang telah kita sediakan dan setelah itu diberi kupon untuk mengambil bantuan telur,” kata Armelia di Lubuk Basung, Jumat.
Armelia menjelaskan, telur ayam ras menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Kabupaten Agam. Saat ini harga telur di pasaran mencapai Rp50 ribu per papan, naik dari sebelumnya Rp45 ribu per papan.
Kenaikan harga ini yang mendorong pemda menggelar operasi pasar dalam bentuk pembagian gratis. Selain menekan inflasi, program ini juga untuk memenuhi gizi masyarakat dan menyambut Hari Perpindahan Ibu Kota Agam ke Lubuk Basung yang ke-33 pada Juli mendatang.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Agam, Syatria, menyebut program ini sebagai permulaan yang baik. Ia mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mencari terobosan serupa dengan menggandeng pihak swasta.
“OPD yang lain bisa segera mungkin dicarikan terobosan baru dalam membantu masyarakat dengan kondisi harga kebutuhan tidak stabil,” ujarnya.
Salah seorang penerima, Irmawati, mengaku terbantu dengan bantuan ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa berlanjut dengan jumlah yang lebih banyak.
“Kami sangat terbantu dengan bantuan untuk anak-anak dan berharap kegiatan ini berlanjut dengan jumlah banyak,” katanya.