PADANG — PDAM Kota Padang memilih jalan yang tidak mudah di tengah perbaikan besar-besaran IPA Gunung Pangilun. Alih-alih menutup total keran distribusi demi mempercepat pengerjaan, perusahaan memutuskan untuk terus mengalirkan air ke pelanggan—meski dengan risiko air keruh dan tekanan menurun.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal, dalam jumpa pers di Padang, Jumat. Ia didampingi oleh Direktur Teknik Andri Satria dan jajaran direksi lainnya.
Dua Opsi, Satu Pilihan untuk Warga
Hendra menjelaskan bahwa ada dua skenario yang dipertimbangkan manajemen. Opsi pertama adalah menutup total distribusi air agar pengerjaan bisa lebih cepat, bahkan disebut bisa selesai dua bulan lebih cepat dari jadwal. Opsi kedua adalah tetap menyalurkan air semaksimal mungkin dengan segala konsekuensinya.
"Keputusan ini harus diambil agar kebutuhan air puluhan ribu warga yang airnya disuplai dari IPA Gunung Pangilun bisa tetap terpenuhi," ujar Hendra.
PDAM akhirnya memilih opsi kedua. Jika distribusi ditutup total, dampaknya akan langsung dirasakan oleh sekitar 50.000 jiwa di kawasan pusat Kota Padang. Angka itu dinilai terlalu besar untuk diabaikan.
Apa yang Dikerjakan di IPA Gunung Pangilun?
Proyek perbaikan ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Fokus utama pekerjaan meliputi penggalian di area intake dan aliran sungai untuk pembangunan prasedimen, serta perbaikan pada unit pengolahan air. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas produksi air dan mengoptimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana yang melanda pada November 2025.
Direktur Teknik Andri Satria merinci, dari total 12 unit filter di IPA Gunung Pangilun, sebanyak 10 unit telah selesai diperbaiki. Pekerjaan juga mencakup rehabilitasi unit prasedimentasi, accelerator, dan filtrasi.
Konsekuensi yang Harus Diterima Pelanggan
Dengan pilihan ini, PDAM Padang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Beberapa gangguan yang mungkin terjadi antara lain air keruh sementara, tekanan air menurun, atau gangguan distribusi pada jam-jam tertentu.
Hendra menegaskan bahwa situasi ini hanya bersifat sementara. Perusahaan berharap warga dapat memahami kondisi darurat yang sedang dihadapi, mengingat perbaikan ini justru bertujuan untuk menghasilkan pasokan air yang lebih baik dan lebih stabil ke depannya.
Perbaikan di IPA Gunung Pangilun dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Selama periode itu, PDAM akan terus memantau kualitas air yang disalurkan dan berupaya meminimalkan gangguan bagi pelanggan setianya di pusat Kota Padang.