LUBUKBASUNG — Proses suksesi kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam berlangsung antiklimaks. Dari lima bakal calon yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, hanya satu yang benar-benar mengembalikan berkas hingga batas akhir penutupan.
Ketua TPP KONI Agam, Harmen, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menunggu hingga pukul 16.00 WIB. "Hanya satu Calon Ketua Umum KONI Agam menyerahkan berkas pencalonan sampai batas akhir penutupan dan empat calon lainnya tidak ada yang datang, sehingga TPP dengan jumlah lima orang memutuskan untuk menutup pada pukul 16.00 WIB," ujarnya.
Harmen mengungkapkan, beberapa jam menjelang penutupan, timnya telah menghubungi para bakal calon dan perwakilannya. Dua di antaranya sempat menyatakan akan datang: Hendrizal (Ketua PSSI Agam) dan Masrizal (Ketua Cabang Panahan sekaligus Ketua PMI Agam).
"Namun sampai waktu ditentukan, bakal calon maupun tim tidak ada menyerahkan berkasnya," kata Harmen. Empat nama lain yang sempat mengambil formulir namun tak kunjung mendaftar adalah Asrial (Ketua IPSI Agam), Henrizal, Hendri Masri (Ketua Harian FASI Agam/Paralayang), dan Masrizal.
TPP telah melakukan verifikasi awal terhadap berkas yang diajukan Edi Busti. Hasilnya, seluruh dokumen dinyatakan sesuai dan lengkap secara umum. "Secara umum, berkas sudah lengkap selanjutnya proses verifikasi dan proses lanjutan," jelas Harmen.
Dengan hanya satu calon yang memenuhi syarat, proses pemilihan Ketua Umum KONI Agam periode 2026-2030 akan memasuki tahap akhir pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab).
Harmen memastikan bahwa Musorkab akan digelar pada awal Agustus 2026 di Kota Padang. Jadwal ini bertepatan dengan masa akhir kepengurusan KONI Agam periode 2022-2026 yang berakhir pada akhir Agustus 2026.
"Kedepan kita bakal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang bakal diadakan pada Oktober nantinya," tambahnya. Porprov menjadi agenda olahraga terbesar tingkat provinsi yang membutuhkan kepengurusan KONI yang solid dan segera terbentuk.