PADANG — Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumbar periode 2025–2028 di Hotel Truntum Padang, Minggu (19/7/2026). Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang mulai muncul di kalangan anak-anak.
"Dulu kita hampir tidak pernah mendengar anak usia sekolah dasar mengakhiri hidupnya sendiri. Sekarang kasus seperti itu mulai bermunculan," ujar Mahyeldi dalam sambutannya.
Menurutnya, gangguan belajar, kesulitan berkonsentrasi, hingga berbagai penyimpangan perilaku pada remaja juga ikut meningkat. Ia menegaskan persoalan ini harus ditangani bersama agar tidak menghambat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Mahyeldi berharap kepengurusan PDSKJI Sumbar yang baru, yang diketuai dr. dr. Rini Gusya Liza, M.Kes., Sp.KJ, mampu memperkuat layanan kesehatan jiwa hingga menjangkau masyarakat di daerah-daerah. Ia mengapresiasi kolaborasi yang sudah terjalin antara Pemprov Sumbar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran para dokter yang tidak hanya bertugas di perkotaan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat di desa dan nagari," kata Mahyeldi.
Ia menambahkan, semangat pengabdian seperti itu perlu diperkuat oleh PDSKJI melalui layanan kesehatan jiwa yang semakin dekat dengan masyarakat.
Ketua IDI Wilayah Sumbar, dr. dr. Roni Eka Sahputra, mengatakan tantangan kesehatan mental di Sumbar semakin beragam. Mulai dari meningkatnya kasus bunuh diri, gangguan kejiwaan, kekerasan terhadap anak, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
"Kita ingin seluruh perhimpunan bergerak dalam satu koordinasi, satu langkah, dan satu tujuan, yaitu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," ujarnya.
Roni menambahkan, PDSKJI selama ini selalu berada di garis depan, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat PDSKJI, dr. Srimpi Indah Zulaika, F.S., Sp.K.J., Subsp. MEL(K), menyampaikan apresiasi atas kembali terpilihnya dr. Rini Gusya Liza. Menurutnya, ini menjadi momentum untuk mengakselerasi berbagai program yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
"Tantangan kesehatan jiwa semakin besar, baik karena persoalan sosial, perkembangan digital, maupun tekanan ekonomi," kata Srimpi.
Pihaknya menyatakan siap mendukung berbagai program PDSKJI Sumatera Barat, termasuk memperkuat pendampingan bagi daerah-daerah yang masih menghadapi dampak pascabencana.