Pencarian

Rupiah Melemah, GIPI Dorong Wisatawan Mancanegara Berlibur ke Indonesia

Kamis, 24 September 2026 • 15:03:01 WIB
Rupiah Melemah, GIPI Dorong Wisatawan Mancanegara Berlibur ke Indonesia
Ketua GIPI Hariyadi B.S. Sukamdani menyampaikan pernyataan usai konferensi pers JWITF di Gedung Sapta Pesona, Rabu (23/9/2026).

SUMATERA BARAT — Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah sebagai momentum mendorong kunjungan wisatawan mancanegara. Ketua GIPI Hariyadi B.S. Sukamdani mengatakan harga liburan di Indonesia jadi lebih kompetitif saat rupiah melemah. Fenomena wisatawan Malaysia yang ramai berkunjung ke Indonesia disebut sebagai salah satu indikatornya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi B.S. Sukamdani menyatakan pelemahan rupiah membuka peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Pernyataan itu disampaikan usai Konferensi Pers JWITF di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Rabu (23/9/2026).

Rupiah Lemah Bikin Harga Liburan di Indonesia Lebih Murah

Menurut Hariyadi, depresiasi rupiah membuat biaya berlibur di Indonesia relatif lebih terjangkau bagi turis asing. Logikanya sederhana: daya beli mata uang asing terhadap rupiah meningkat, sehingga pengeluaran mereka selama di Indonesia terasa lebih ringan.

"Karena rupiah kita melemah, ini yang justru sekarang lagi kita dorong, nih. Justru dengan rupiah melemah, itu adalah waktu yang baik untuk wisatawan tuh berlibur ke Indonesia karena jatuhnya harga menjadi kompetitif," kata Hariyadi.

Wisatawan Malaysia Jadi Indikator Awal

Hariyadi mengungkapkan salah satu fenomena menarik yang muncul dari kondisi ini: meningkatnya kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Indonesia. Kedekatan geografis dan selisih kurs membuat Indonesia menjadi pilihan liburan yang menarik bagi warga negara tetangga tersebut.

Fenomena ini belum tentu berlaku seragam untuk semua pasar. Wisatawan dari negara dengan mata uang yang juga tertekan terhadap dolar AS bisa jadi punya pertimbangan berbeda.

Geopolitik dan Ekonomi Global Masih Jadi Penghambat

Meski ada momentum dari sisi kurs, Hariyadi tidak menampik bahwa industri pariwisata masih menghadapi tekanan dari gejolak kondisi geopolitik dan ekonomi global. Ketidakpastian di berbagai kawasan berdampak pada minat perjalanan internasional secara umum.

Artinya, pelemahan rupiah bukan satu-satunya faktor penentu. Situasi keamanan, konektivitas penerbangan, dan daya beli pasar sumber turis tetap jadi variabel penting yang menentukan apakah momentum ini bisa dikonversi menjadi kenaikan kunjungan riil.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Bagi pelaku usaha di sektor ini—hotel, restoran, operator tur, hingga pelaku UMKM di destinasi wisata—pelemahan rupiah bisa menjadi peluang untuk meningkatkan okupansi dan pendapatan dari segmen mancanegara. Namun, strategi promosi ke pasar yang tepat jadi kunci.

GIPI mendorong agar momen ini dimanfaatkan secara aktif, bukan sekadar menunggu wisatawan datang sendiri. Pasar Malaysia yang sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan kunjungan bisa jadi prioritas jangka pendek, sementara pasar lain perlu pendekatan berbeda.

Bagi investor yang memantau sektor pariwisata dan perhotelan, sinyal ini perlu dicermati bersama data kunjungan wisatawan mancanegara dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan kinerja emiten terkait. Pelemahan rupiah yang berlanjut bisa menjadi katalis positif, asalkan tidak dibarengi eskalasi ketegangan geopolitik yang lebih luas.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks