Bus Terguling di Jalan Adinegoro Padang, Kecelakaan Tunggal di Koto Tangah Sempat Macetkan Lalin

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 09:20:01 WIB
Bus terguling melintang di Jalan Adinegoro, Koto Tangah, Padang, pada Kamis dini hari.

PADANG — Warga dan pengendara di Jalan Adinegoro, Koto Tangah, dikejutkan oleh suara benturan keras pada Kamis dini hari. Sebuah bus ditemukan terbalik melintang di badan jalan, tepat di depan Pos Timbangan Truk Lubuk Buaya. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu sempat membuat lalu lintas dari arah Pasar Lubuk Buaya menuju perbatasan kota mengalami kemacetan.

Bus Diduga Hilang Kendali Sebelum Terguling

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, bus melaju dari arah Pasar Lubuk Buaya menuju perbatasan Kota Padang. Di ruas jalan tersebut, kendaraan diduga kehilangan kendali, menghantam pembatas jalan, lalu terguling. Seorang warga bernama Rindi mengaku melihat bus sudah dalam posisi terbalik saat warga berdatangan setelah mendengar benturan.

“Bus sudah terbalik di depan pos timbangan truk. Dugaan sementara merupakan kecelakaan tunggal,” ujar Rindi kepada petugas di lokasi.

Arus Lalin Tersendat, Petugas Bergerak ke TKP

Kecelakaan itu sempat mengundang perhatian banyak pengendara yang melambatkan laju kendaraannya. Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan Adinegoro tersendat hingga puluhan menit. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Koto Tangah tiba di lokasi untuk mengamankan area sekaligus mengatur arus lalu lintas agar kembali normal.

Belum Ada Korban atau Penyebab Pasti

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah korban maupun kondisi sopir dan penumpang. Aparat masih melakukan pendataan dan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap kronologi lengkap kecelakaan. Polsek Koto Tangah juga belum merilis laporan resmi terkait insiden ini.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: fajarharapan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top