Pertanian Modern PM-AAS Mulai Diterapkan di Solok, Target Produksi Padi 10-12 Ton per Hektare

Penulis: Faisal Hasbi  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 08:16:38 WIB

Sistem PM-AAS yang diinisiasi Kementerian Pertanian menerapkan penanaman benih langsung menggunakan alat tanam khusus. Berbeda dengan metode konvensional yang membutuhkan persemaian, cara ini dinilai lebih cepat, efisien, dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menjelaskan kebutuhan benih pada sistem ini mencapai 70 hingga 80 kilogram per hektare. Jauh lebih tinggi dari pola konvensional yang rata-rata 25 kilogram per hektare. Namun, imbuhnya, peningkatan tersebut sejalan dengan target produktivitas yang jauh lebih tinggi.

Pendampingan 1.000 Penyuluh untuk 50 Ribu Hektare

Untuk mempercepat implementasi, pemerintah akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian. Setiap penyuluh ditargetkan mendampingi penerapan PM-AAS pada lahan sekitar 50 hektare. Dengan jumlah penyuluh lebih dari seribu orang, potensi pendampingan diperkirakan menjangkau 50 ribu hektare lahan pertanian di Sumatera Barat.

Afniwirman menambahkan bahwa penanaman di Nagari Salayo merupakan penerapan perdana PM-AAS di Sumbar setelah sebelumnya masih dalam tahap uji coba. Pemprov berharap keberhasilan di Solok bisa menjadi model pengembangan di sentra produksi padi lainnya.

Wagub Vasko: Modernisasi Kunci Ketahanan Pangan

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menegaskan bahwa modernisasi sektor pertanian merupakan langkah strategis menjawab tantangan lahan yang semakin terbatas. "Ini kegiatan yang bagus sekali untuk mendukung program pemerintah," katanya.

Vasko menekankan penerapan teknologi harus dibarengi pendampingan berkelanjutan agar inovasi benar-benar diterapkan di lapangan dan meningkatkan hasil panen. "Kita ingin teknologi ini benar-benar diterapkan oleh petani sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terangkat," ujarnya.

Dari Uji Coba ke Implementasi Perdana

Program PM-AAS mulai diperkenalkan di Sumbar melalui tahap uji coba sebelum akhirnya diterapkan di lahan petani. Sistem mekanisasi dan budidaya presisi ini memungkinkan pengaturan populasi tanaman secara optimal. Pemprov Sumbar berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top