PADANG — Peringatan dini cuaca dari BMKG Minangkabau berlaku mulai pukul 12.10 WIB, dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, menyebutkan bahwa kondisi ini diperkirakan meluas ke sejumlah kecamatan dalam waktu singkat.
Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Terdampak?
BMKG mengidentifikasi Kecamatan Lubuk Kilangan dan Pauh sebagai titik awal potensi cuaca ekstrem. Dalam perkembangannya, peringatan dini ini meluas hingga mencakup delapan kecamatan lainnya, yaitu Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah.
Potensi hujan deras diperkirakan berlangsung hingga pukul 14.10 WIB. Masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.
Apa Ancaman yang Mengintai Warga?
Ricky Januar Alexander mengingatkan bahwa hujan deras yang turun dalam waktu singkat dapat memicu beberapa jenis bencana sekaligus. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, genangan air, banjir, longsor di daerah perbukitan, serta angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia secara khusus meminta warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun baliho saat hujan disertai angin kencang. Struktur bangunan yang tidak kokoh dinilai sangat rentan roboh diterjang angin.
Langkah Antisipasi yang Disarankan BPBD
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, BPBD Kota Padang meminta warga untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG. Ricky menekankan pentingnya melaporkan setiap kejadian kebencanaan melalui layanan darurat BPBD agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“Kami mengingatkan warga agar mewaspadai pohon tumbang, genangan air, banjir, hingga longsor di kawasan perbukitan,” jelasnya. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan.