AGAM — Usulan pendanaan itu diserahkan langsung oleh Bupati Agam, H. Benni Warlis, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri PU ke Sumatera Barat pada Jumat (31/7) pekan lalu. Penyerahan proposal dilakukan bersamaan dengan peninjauan lapangan di ruas Jalan Kelok 44–Malalak hingga Manggopoh–Padang Lua, jalur strategis yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas warga dan distribusi logistik.
Dari total Rp858,98 miliar yang diajukan, porsi terbesar dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur kewenangan provinsi, yakni senilai Rp466,25 miliar. Sementara itu, penanganan 35 ruas jalan kabupaten membutuhkan dukungan dana sebesar Rp392,73 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Agam turut mendampingi bupati dalam pertemuan tersebut, bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat dan jajaran pejabat teknis terkait.
Program rehabilitasi dan rekonstruksi yang diusulkan tidak hanya mencakup pengaspalan ulang. Pemkab Agam juga meminta dukungan untuk penanganan titik-titik rawan longsor yang kerap memutus akses antar-nagari, pembangunan drainase, serta peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas.
Selain itu, empat unit jembatan yang rusak parah akibat terjangan banjir dan galodo juga masuk dalam daftar prioritas penggantian. Kerusakan jembatan selama ini menjadi kendala utama distribusi hasil pertanian dari kawasan atas ke pusat pasar.
Dalam kesempatan itu, Bupati Benni Warlis secara khusus menyoroti perlunya percepatan penanganan ruas Jalan Manggopoh–Padang Lua. Jalan ini dinilai krusial karena menjadi akses utama bagi mobilitas harian masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah barat Agam.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat. Perbaikan infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Benni Warlis.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pemerintah pusat akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar realisasi perbaikan Jalan Manggopoh–Padang Lua bisa dieksekusi lebih cepat. Ia memastikan kementerian akan memprioritaskan pembahasan proposal tersebut dalam perencanaan anggaran.
Selain soal jalan, Dody Hanggodo juga menyinggung rencana pembangunan sabo dam di Sungai Batang Kumayo, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Pembangunan pengendali sedimen tersebut akan dipercepat begitu kajian teknis dari Balai Sabo Yogyakarta rampung.
Kunjungan lapangan ini menjadi sinyal positif sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan infrastruktur pascabencana. Selain mengembalikan akses transportasi, program ini diharapkan menekan risiko bencana susulan dan memperkuat konektivitas ekonomi di Kabupaten Agam.