TANAH DATAR — Upaya menekan angka kecelakaan pelajar di Sumatera Barat tak lagi mengandalkan razia dan penegakan hukum semata. Jasa Raharja bersama Polres Tanah Datar dan Kantor Kementerian Agama setempat resmi menggulirkan pendidikan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari kurikulum madrasah.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) digelar di MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan, Senin (3/8). Kegiatan ini dirangkaikan dengan program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL). Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, hadir langsung beserta jajaran.
Melalui kurikulum terintegrasi, siswa tidak hanya diharapkan hafal rambu-rambu. Mereka juga dibangun karakternya agar disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya. Materi keselamatan berlalu lintas akan disisipkan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di lingkungan madrasah.
Kasat Lantas Polres Tanah Datar, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala MAN 1 Tanah Datar Plus Keterampilan turut hadir. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan komitmen bersama menjadikan sekolah sebagai garda terdepan edukasi keselamatan berkendara.
Teguh Afrianto menegaskan pendekatan edukatif lebih efektif dibandingkan sekadar penindakan di lapangan. Menurutnya, kebiasaan berkendara yang aman harus ditanamkan jauh sebelum seseorang memegang kemudi.
"Jasa Raharja meyakini bahwa upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari pendidikan," ujar Teguh Afrianto di sela kegiatan.
Ia menyebut kolaborasi dengan kepolisian, Kementerian Agama, dan Dinas Pendidikan menjadi kunci agar nilai-nilai keselamatan lalu lintas dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari. "Dengan demikian, para pelajar tidak hanya memahami aturan, tetapi juga tumbuh menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat," tambahnya.
Program ini merupakan langkah preventif yang menyasar kelompok usia pelajar. Mereka rentan menjadi korban kecelakaan. Data kepolisian mencatat pelajar masih mendominasi angka fatalitas lakalantas di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat.
Jasa Raharja berkomitmen terus mendukung program edukasi keselamatan yang melibatkan dunia pendidikan. Sinergi antara BUMN, kepolisian, dan institusi pendidikan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di masa mendatang.