SUMATERA BARAT — Ketidakpastian justru datang dari sisi pelaku industri. Alih-alih menerima undangan rapat koordinasi atau draf kerangka kerja, Aismoli mengaku selama ini hanya memantau pemberitaan mengenai wacana motor listrik nasional dari pemerintah.
"Kita juga menunggu arahan pemerintah seperti apa terkait program ini, yang pasti kami Aismoli siap mendukung," kata Hanggoro kepada Bloomberg Technoz, Selasa (4/8/2026).
Saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah sudah ada surat edaran atau undangan resmi, Hanggoro menegaskan hingga kini belum ada informasi yang diterima asosiasi. Kondisi ini membuat sejumlah anggota Aismoli bertanya-tanya mengenai posisi mereka dalam rantai pasok program nasional tersebut.
Padahal, sejumlah produsen motor listrik dalam negeri sudah memiliki basis produksi dan jaringan dealer yang tersebar. Mereka dinilai siap jika diminta berkontribusi, baik sebagai pemasok komponen maupun perakit utama.
Pernyataan Hanggoro ini sekaligus meredam sekaligus memancing pertanyaan baru. Di satu sisi, Aismoli menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah. Di sisi lain, tidak adanya komunikasi formal menimbulkan spekulasi: apakah pemerintah akan memilih mitra baru atau justru memanfaatkan kapasitas produksi yang sudah ada.
Yang jelas, tanpa kejelasan skema, para pemain eksisting kesulitan melakukan perencanaan bisnis. Investasi untuk penambahan kapasitas lini produksi atau pengembangan model baru bisa saja menguap jika ternyata arah kebijakan berbeda dari perkiraan.
Keterbukaan informasi menjadi kunci agar program yang dicanangkan tidak berjalan setengah hati. Para pelaku industri tidak ingin mengulang pengalaman serupa di masa lalu, di mana sebuah program nasional bergulir tanpa melibatkan asosiasi sejak awal, sehingga eksekusi di lapangan menjadi timpang.
Hanggoro menekankan kesiapan Aismoli untuk duduk bersama membahas detail teknis, mulai dari spesifikasi kendaraan, target produksi, hingga insentif yang akan diberikan. Namun, sampai hari ini, tidak ada undangan maupun dokumen awal yang tiba di meja mereka.
"Kami siap mendukung," ujarnya menegaskan.
Publik dan pelaku industri tinggal menunggu langkah konkret pemerintah. Semakin cepat arahan itu turun, semakin besar peluang program motor listrik nasional berjalan mulus tanpa menghambat laju industri yang sudah ada.