AGAM — Tiga unit rumah di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (7/8/2026) dini hari. Api pertama kali terlihat warga berkobar dari bagian atap salah satu rumah sekitar pukul 00.40 WIB dan baru berhasil dipadamkan petugas pada pukul 02.20 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ketiga bangunan yang sebagian besar berbahan kayu tersebut mengalami kerusakan parah. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Agam, Fauzi, menyebut total kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta.
Rumah pertama yang terbakar adalah milik Rosna (94 tahun) yang dihuni tiga orang. Bangunan tersebut mengalami kerugian paling besar, yakni sekitar Rp250 juta. Rumah kedua milik Farida (76) turut hangus dengan kerugian ditaksir Rp50 juta.
Adapun rumah ketiga yang terbakar merupakan rumah kosong. Fauzi memperkirakan kerugian pada bangunan tersebut mencapai Rp50 juta. “Ketiga rumah tersebut rusak cukup parah akibat terbakar,” ujar Fauzi dalam keterangannya, Jumat.
Begitu menerima laporan warga, pihaknya langsung mengerahkan dua mobil pemadam dari Posko Sungai Tanang dan Biaro. Sebanyak 23 personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan bara api.
Proses pemadaman berlangsung intensif. Damkar Agam juga mendapatkan bantuan satu unit mobil pemadam dari Pemko Bukittinggi untuk mempercepat penanganan. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dilokalisir dan dipadamkan.
Menyikapi kejadian ini, Fauzi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Perhatian ekstra perlu diberikan pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar dan cepat menjalar.
Ia menekankan pentingnya memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada sumber api yang menyala sebelum meninggalkan rumah. “Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada, terutama di permukiman padat dengan bangunan kayu,” tegasnya.