LUBUKBASUNG — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Agam mengerahkan 23 personel beserta empat unit armada untuk menjinakkan api yang melumat tiga unit rumah di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan Ampek Koto. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.40 WIB itu, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp350 juta.
Kepala Satpol PP Damkar Agam, Fauzi, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 00.45 WIB. Personel gabungan tiba di lokasi hanya lima menit berselang, tepatnya pukul 00.50 WIB, dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 02.20 WIB.
"Empat mobil damkar yang dikerahkan berasal dari dua unit armada Posko Damkar Agam di Sungai Tanang, satu unit armada Posko Damkar Agam di Biaro, serta satu unit armada Damkar Kota Bukittinggi dan mobil rescue," ujar Fauzi di Lubuk Basung, Jumat.
Kondisi bangunan yang cukup rapat sempat membuat api berpotensi merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Namun, kerja cepat petugas berhasil mencegah penjalaran api lebih luas.
"Kita berhasil menyelamatkan sekitar 15 unit rumah di sekitar kejadian kebakaran tersebut," katanya menambahkan.
Rumah yang terbakar diketahui milik Rosna (94), Farida (76), dan satu unit rumah kosong. Kebakaran pertama kali diketahui warga yang melihat api menyala di bagian atap kamar salah satu rumah, kemudian menghubungi petugas Damkar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian. Belum ada keterangan resmi mengenai sumber api dari instansi berwenang.
Menanggapi kejadian ini, Fauzi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
"Saya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara menjauhi api dari bahan mudah terbakar, mematikan elektronik saat meninggalkan rumah, dan lainnya dalam mencegah kebakaran," pungkasnya.