KOTO BARU — Enam kepala madrasah negeri di Kabupaten Solok menjalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) oleh Tim Penilai Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. Kegiatan berlangsung dua hari di lokasi terpisah, yakni di Alahan Panjang dan MAN 1 Solok Plus Keterampilan.
Pada Rabu (5/8), penilaian di Alahan Panjang diikuti Kepala MTsN 3 Solok, Rusmaida. Sehari berikutnya, giliran lima kepala madrasah lainnya diuji di MAN 1 Solok Plus Keterampilan.
Mereka yang dinilai pada Kamis (7/8) adalah Febrita selaku Kepala MAN 1 Solok Plus Keterampilan, Erdinal dari MTsN 2 Solok, Delmi Masnita dari MTsN 1 Solok, serta Junaidi dari MIN 1 Solok. Pada kesempatan yang sama, Maidison, Kepala MAN Kota Solok, turut dinilai.
Kegiatan yang dibuka secara daring oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Dr. H. Jhon Of Rizal One, MA.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Dr. H. Dedi Wandra, MA, menyebut penilaian ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama meningkatkan kualitas madrasah. Dimulai dari monitoring dan evaluasi sumber daya manusia pengelola serta pendidik di lingkungan madrasah.
“Pendidikan merupakan salah satu pekerjaan penting Kementerian Agama dalam melayani masyarakat, selain termuat dalam Tupoksi, pendidikan juga termaktub dalam Asta Protas Kemenag Berdampak, mulai dari meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi dan mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi,” sebut Dedi Wandra.
Dedi menambahkan, kepala dan guru madrasah memiliki tantangan tugas yang lebih besar dibanding guru sekolah umum. Mereka tidak hanya dituntut menciptakan generasi berilmu, tetapi juga generasi beriman yang dibarengi penguasaan teknologi.
“Kami di Kemenag Kabupaten Solok terus mendorong agar setiap kepala madrasah tidak hanya bekerja secara prosedural, tetapi memiliki visi besar untuk melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak. Kehadiran tim PKKM hari ini adalah angin segar bagi kami untuk terus melakukan pembenahan,” ulasnya.
Dedi berharap hasil penilaian ini menjadi peta jalan bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di Solok. Ia mengingatkan, pencapaian visi madrasah tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan lewat kolaborasi dengan tenaga pendidik, kependidikan, dan komite madrasah.
“Semoga para kepala madrasah yang dinilai oleh tim ini meraih hasil terbaik dan berdampak pada kemajuan madrasah di Kabupaten Solok serta bersama-sama membawa madrasah maju mendunia,” tutup Dedi Wandra.
Dukungan untuk para kepala madrasah yang mengikuti PKKM tahun ini turut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd, MM, serta Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir.