Rutan Padang Panjang Ajak Warga Binaan Gotong Royong Bersihkan Masjid Nurul Furqon

Penulis: Zulkifli Arief  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:36:31 WIB
Puluhan warga binaan Rutan Kelas IIB Padang Panjang membersihkan area Masjid Nurul Furqon dalam kegiatan gotong royong, Jumat (7/8).

PADANG PANJANG — Puluhan warga binaan Rutan Kelas IIB Padang Panjang turun ke Masjid Nurul Furqon, Kelurahan Tanah Pak Lambik, Jumat (7/8). Mereka membersihkan area dalam dan luar masjid, menyapu halaman, serta merapikan fasilitas ibadah di bawah pengawalan petugas rutan.

Kegiatan ini bukan sekadar bakti sosial. Rutan Padang Panjang sengaja menggagasnya sebagai bagian dari program reintegrasi sosial, yang menjadi salah satu pilar pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Bekal Kembali ke Masyarakat Setelah Bebas

Reintegrasi sosial dirancang untuk membangun kembali kepercayaan diri warga binaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Lewat interaksi langsung dengan masyarakat, mereka diharapkan siap berperan aktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Tidak semua warga binaan bisa mengikuti kegiatan ini. Mereka yang terlibat telah dinyatakan layak melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dan memenuhi persyaratan administratif.

Apresiasi Pengurus Masjid dan Tokoh Masyarakat

Kehadiran warga binaan di lingkungan masjid mendapat sambutan hangat. Pengurus Masjid Nurul Furqon, tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga perangkat Kelurahan Tanah Pak Lambik menilai langkah ini positif dalam membangun kepercayaan publik terhadap proses pembinaan di dalam rutan.

Buya Hamidi menyebut kegiatan ini sebagai terobosan yang bermanfaat, baik bagi rumah ibadah maupun bagi warga binaan itu sendiri. Ia berharap aksi serupa bisa berlanjut ke masjid-masjid lain di Kota Padang Panjang.

"Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kota Padang Panjang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Novri Abbas selaku Kepala Rutan Padang Panjang yang telah menggagas program yang sangat bermanfaat, baik bagi lingkungan masjid maupun bagi warga binaan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjangkau masjid-masjid lainnya di Kota Padang Panjang," ungkap Buya Hamidi.

Kepala Rutan: Pembinaan Tak Cukup di Dalam Tembok

Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Novri Abbas, yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh proses di dalam rutan. Dukungan dan penerimaan masyarakat menjadi faktor penentu agar warga binaan benar-benar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.

Program reintegrasi sosial ini merupakan bentuk nyata implementasi tujuan pemasyarakatan. Rutan Padang Panjang berkomitmen terus memperkuat program serupa agar warga binaan memiliki bekal keterampilan sosial saat kembali ke tengah masyarakat.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: beritaminang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top