PARIK MALINTANG — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa pemulihan jaringan irigasi yang rusak terdampak bencana menjadi prioritas daerahnya. Setidaknya dua titik irigasi, yakni Lubuk Sikoci dan Padang Laweh, masih membutuhkan penanganan serius agar kembali mengalirkan air ke lahan pertanian warga.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi daerah kami, terlebih setelah bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur irigasi mengalami kerusakan," kata John Kenedy Azis di Sintuk Toboh Gadang, Jumat.
Gerakan Irigasi Bersih yang diinisiasi BWS Sumatera V itu dilaksanakan secara gotong royong. Bupati menilai pendekatan ini efektif membersihkan sedimen tanah, pasir, serta tumbuhan liar yang selama ini menghambat distribusi air.
Ia menambahkan, infrastruktur vital ini tidak hanya harus dalam kondisi baik, tetapi juga beroperasi optimal. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, saya mengucapkan terima kasih kepada BWS Sumatera V yang melaksanakan program ini di Padang Pariaman," ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala BWS Sumatera V, Reski Wahyudi, menyebut kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar serentak di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama menjaga fungsi jaringan irigasi.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dan transparan kepada masyarakat," ungkap Reski Wahyudi.
Namun, ia mengakui penyelesaian persoalan sumber daya air tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
John Kenedy Azis menegaskan kesiapan pemkab bersinergi dengan BWS Sumatera V. Pihaknya berharap kerja sama ini terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur irigasi yang terdampak bencana.
"Kami memohon dukungan BWS Sumatera V agar persoalan irigasi yang terdampak bencana dapat kita tangani bersama. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman siap bersinergi demi memastikan kebutuhan air bagi para petani tetap terjaga," tegasnya.
Saat ini, pemkab tidak hanya mengoptimalkan irigasi yang masih berfungsi, tetapi juga terus berupaya memperbaiki sejumlah saluran irigasi lainnya yang rusak. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.