Petugas Pemadam Masih Sisir Titik Panas Gedung Bapenda DKI, Api Padam Total Belum Dinyatakan

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:03:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyisir titik panas di Gedung Bapenda DKI Jakarta untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu api kembali.

SUMATERA BARAT — Kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB memasuki babak penanganan baru. Tim pemadam kebakaran kini fokus pada tahap overhaul atau pembongkaran material untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi memicu api kembali.

Api Padam, Namun Status Belum Aman

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, dalam hal ini diwakili petugas di lapangan, menegaskan bahwa proses pemadaman secara teknis belum dinyatakan selesai. Pernyataan tersebut baru akan keluar setelah seluruh titik panas dipastikan bersih.

"Jadi situasi pagi hari ini proses pendinginan. Jadi kita lakukan overhaul, penyisiran titik-titik hawa panas yang masih ada. Jangan sampai terlewat, nanti timbul penyalaan kembali," ujar Karnawan saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Konsekuensinya, garis polisi (police line) belum bisa dipasang di sekitar gedung. Penyidik dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri baru dapat memulai olah tempat kejadian perkara setelah status pemadaman selesai diumumkan secara resmi.

Sumber Api Diduga Berasal dari Lantai 11

Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas di lapangan, api pertama kali terlihat di lantai 11 gedung tersebut. Namun, keterangan ini masih bersifat dugaan awal dan belum final.

"Informasi awal memang yang kami terima itu titik api dari lantai 11," kata Karnawan.

Kepastian mengenai asal mula api dan penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan laboratorium forensik. Proses identifikasi ini menjadi krusial untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain di balik insiden tersebut.

"Untuk lebih pastinya mungkin nanti menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor," tambah dia.

Penyisiran Melibatkan Deteksi Suhu Panas

Dalam proses pendinginan yang berlangsung sejak Sabtu dini hari, petugas tidak hanya menyiram sisa titik api. Mereka menggunakan alat deteksi panas untuk memindai dinding, plafon, dan struktur bangunan yang mungkin masih menyimpan suhu tinggi.

Metode ini dianggap penting karena api dapat kembali menyala secara tiba-tiba jika ada material isolasi atau ruang tertutup yang masih panas. Gedung Bapenda DKI Jakarta diketahui memiliki banyak ruang server dan arsip yang rentan terhadap percikan api.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian material maupun korban jiwa. Pihak kepolisian dan instansi terkait masih menunggu proses investigasi forensik selesai untuk merilis data lengkap.

Kebakaran gedung pemerintahan ini menjadi perhatian publik mengingat Bapenda merupakan instansi vital pengelola pendapatan daerah. Proses pemulihan data dan dokumen perpajakan menjadi salah satu fokus utama setelah proses investigasi tuntas.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top