PADANG — Peringatan Hari Veteran Nasional yang jatuh pada 10 Agustus 2026 tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Di Sumatera Barat, organisasi kepemudaan justru menjadikan momen ini sebagai panggilan untuk merefleksikan relevansi nilai-nilai perjuangan bagi generasi yang lahir setelah kemerdekaan.
Eviyandri Rajo Budiman menegaskan bahwa semangat juang para veteran bukan artefak sejarah yang berhenti di museum. Justru di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi anak muda untuk berkontribusi nyata bagi bangsa.
Menurut Eviyandri, menjaga nilai juang memiliki makna yang sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ia memetakan tiga pilar utama yang bisa diterjemahkan langsung oleh generasi muda: disiplin, pengorbanan, dan cinta tanah air.
"Nilai juang yang dijaga para veteran harus menjadi inspirasi nyata bagi kita semua. Dengan meneladani semangat mereka, generasi muda dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaulat," ujarnya dalam wawancara di Padang.
Ketiga pilar tersebut, lanjutnya, bukan sekadar jargon. Disiplin berarti konsisten dalam berkarya, pengorbanan berarti rela menunda kepentingan pribadi demi kemajuan kolektif, dan cinta tanah air berarti berkontribusi dari mana pun berada.
Eviyandri berharap peringatan tahun ini menjadi titik balik bagi anak muda Sumatera Barat. Ia ingin semangat juang para veteran tidak berhenti pada upacara bendera atau ziarah ke Taman Makam Pahlawan, melainkan terwujud dalam karya nyata di berbagai bidang.
"Hari Veteran Nasional menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat juang bagi generasi muda," kata Eviyandri yang didampingi Bendahara Yusri Trinanda dan Sekretaris Dodi Putra Tanjung dalam kesempatan tersebut.
Ia menambahkan, kontribusi generasi muda saat ini bisa dalam bentuk apa pun. Mulai dari berinovasi di sektor ekonomi kreatif, aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga integritas di lingkungan profesional masing-masing.
Pertanyaan ini menjadi kunci refleksi di Hari Veteran Nasional. Para veteran tidak hanya berjasa merebut kemerdekaan di masa lalu, tetapi juga terus menjaga nilai juang yang mampu menginspirasi Indonesia untuk terus maju.
Eviyandri menilai bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda hari ini memang berbeda dengan masa perjuangan fisik. Namun, esensi perjuangan tetap sama: bagaimana tetap bertahan dan maju di tengah keterbatasan serta menghadapi berbagai rintangan dengan keberanian dan keteguhan.
Melalui semangat yang sama, ia mengajak seluruh elemen PPM-LVRI Sumbar dan generasi muda menjadikan tema tahun ini sebagai pedoman dalam berkarya, bukan sekadar slogan peringatan tahunan.