Bupati Sijunjung Lantik Pimpinan Baznas Periode 2026-2031 dan Dewan Pengawas Perumda Kinantan, Ini Tugas Pertamanya

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:45:31 WIB
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir melantik jajaran pimpinan Baznas masa bakti 2026–2031 dan Dewan Pengawas Perumda Kinantan periode 2026–2030 di Balairung Lansek Manih, Senin (10/8/2026).

SIJUNJUNG — Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, secara resmi melantik jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Sijunjung masa bakti 2026–2031 serta Dewan Pengawas Perumda Kinantan untuk periode 2026–2030. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan digelar di Balairung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Senin (10/8/2026).

Meri Muliadi ditetapkan sebagai Ketua Baznas Kabupaten Sijunjung. Ia didampingi oleh Lindo Karsyah sebagai Wakil Ketua I dan Mardiwan Arraisi sebagai Wakil Ketua II. Pada kesempatan yang sama, Emil Evan dilantik sebagai Dewan Pengawas Perumda Kinantan.

Proses Seleksi Panjang dan Ketat

Bupati Benny mengungkapkan bahwa jajaran pimpinan Baznas yang baru dilantik bukanlah hasil seleksi instan. Mereka telah melewati proses panjang dan ketat yang diselenggarakan oleh Baznas Republik Indonesia, termasuk melalui tahapan Computer Assisted Test (CAT).

“Ketika seleksi sudah dilaksanakan, sudah terpilih dan dilantik hari ini, kami berharap pimpinan Baznas Kabupaten Sijunjung bisa melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujar Benny dalam sambutannya.

Target Program Sosial dan Inovasi Baru

Kepada kepemimpinan baru, orang nomor satu di Sijunjung itu menitipkan sejumlah pekerjaan rumah. Baznas dinilai memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial, mulai dari bedah rumah, bantuan kesehatan, pendidikan dan beasiswa, hingga pembangunan jamban bagi warga kurang mampu.

“Baznas ini punya fungsi dan peran yang luar biasa. Sangat responsif dalam menjawab kesulitan dan harapan masyarakat Kabupaten Sijunjung,” ungkapnya.

Bupati berharap pimpinan baru mampu mempertahankan program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru. Kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, hingga para perantau untuk menyalurkan zakat melalui Baznas juga diharapkan terus meningkat.

Pembenahan Unit Usaha Perumda Kinantan

Sementara itu, kepada Emil Evan selaku Dewan Pengawas Perumda Kinantan, Bupati memberikan instruksi tegas untuk segera mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi perusahaan daerah tersebut. Ia mengakui masih ada sejumlah unit usaha yang belum produktif.

“Kita akan coba carikan solusi untuk Perusda. Harapannya perusahaan daerah kita bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan ke depan mampu memberikan kontribusi terhadap PAD,” kata Benny.

Menurutnya, kondisi keterbatasan APBD saat ini menuntut pemerintah daerah lebih kreatif mencari solusi dan menghadirkan inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat. Kehadiran sejumlah instansi vertikal baru, seperti Kementerian Haji dan Umrah, BPOM, serta Kantor Imigrasi, diharapkan semakin memperkuat pelayanan publik di Kabupaten Sijunjung.

“Dengan banyaknya unsur vertikal yang ada, mudah-mudahan ini bisa memaksimalkan pelayanan kita kepada masyarakat Sijunjung,” tutupnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan Baznas periode 2021–2026 yang telah menyelesaikan tugas pengabdiannya, serta mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: jurnalsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top