PADANG — Puluhan mahasiswa dan lulusan baru itu akan ditempatkan di sejumlah unit kerja PT Semen Padang mulai pekan ini. Proses seleksi yang ketat menjadi gerbang utama bagi mereka untuk merasakan langsung dinamika industri semen nasional.
Kepala Departemen Human Capital PT Semen Padang, Iskandar S. Taqwa, mengungkapkan persaingan masuk program ini sangat tinggi. Dari total 600 berkas lamaran yang masuk, hanya 500 orang yang dipanggil mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA). Setelah tahap itu, angka kembali menyusut menjadi 125 peserta yang berhak melaju ke sesi wawancara.
“Dari keseluruhan proses seleksi tersebut, sebanyak 42 peserta dinyatakan lolos. Namun, dua peserta kemudian mengundurkan diri setelah memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan lain sehingga jumlah peserta yang mengikuti program menjadi 40 orang,” ujar Iskandar di Padang, Senin.
Pengunduran diri dua peserta di menit-menit akhir justru dibaca sebagai sinyal positif oleh manajemen. Iskandar menilai hal itu menunjukkan bahwa peserta MagangHub memiliki daya saing dan kesiapan yang mumpuni untuk langsung terserap di pasar kerja profesional.
“Kondisi tersebut menjadi sinyal positif yang menunjukkan bahwa peserta memiliki daya saing dan kesiapan untuk memasuki dunia profesional,” katanya.
Para peserta yang bertahan kini tersebar sesuai kompetensi masing-masing. Salah satunya adalah Zahra Mawadah Asri, lulusan Program Studi Manajemen Universitas Andalas dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM), yang ditempatkan di Unit Diklat PT Semen Padang.
Kepada para peserta, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menekankan bahwa program ini bukan sekadar jalan pintas untuk mendapatkan sertifikat pengalaman. Ia meminta 40 peserta tersebut memaknai enam bulan ke depan sebagai laboratorium nyata untuk memahami budaya kerja korporasi.
“Selamat datang dan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih mengikuti program magang ini. Jadikanlah masa enam bulan ini sebagai kesempatan yang sangat baik untuk benar-benar belajar dan memahami dunia kerja,” ujar Win.
Win mengingatkan bahwa karakter belajar di bangku kuliah berbeda jauh dengan praktik di dunia industri. Peserta dituntut adaptif terhadap pencapaian target, komunikasi lintas tim, kolaborasi, pengambilan keputusan, hingga penyelesaian masalah.
“Jangan hanya menunggu diberikan perintah. Jadilah pribadi yang proaktif. Jemput setiap kesempatan, tugas, maupun pengalaman yang diberikan selama berada di lingkungan kerja,” katanya menambahkan.
Dukungan penuh datang dari para mentor yang akan mendampingi peserta selama enam bulan. Perwakilan mentor, Andra Novendri, menyatakan pihaknya tidak hanya bertugas memberikan arahan teknis pekerjaan, tetapi juga mengenalkan budaya kerja industri seperti profesionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
“Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya agar adik-adik dapat bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin selama menjalani program,” ujar Andra.
Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, turut mendampingi langsung jalannya pembekalan. Ia berharap para mentor dapat menjalankan peran pendampingan dengan optimal agar manfaat program dirasakan baik oleh peserta maupun unit kerja yang menampung.
Program MagangHub Kemenaker ini merupakan bagian dari komitmen PT Semen Padang dalam menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Ke depan, perusahaan membuka peluang bagi peserta terbaik untuk melanjutkan karier di lingkungan Semen Indonesia Group.