PADANG — Aktivitas menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor menjadi pemandangan harian di Kampung Tanjung, Kuranji, Padang. Warga rela mengambil risiko demi memangkas waktu tempuh yang biasanya hanya hitungan menit, dibandingkan harus memutar melalui jalan alternatif yang jaraknya berkali-kali lipat lebih jauh.
Kondisi ini berlangsung sejak perbaikan jembatan utama sebagai akses penghubung antarwilayah dimulai. Belum ada kepastian kapan pengerjaan fisik jembatan tersebut akan rampung, sehingga warga mengaku tak punya pilihan lain selain menggunakan jalur sungai.
Bagi warga yang hendak beraktivitas ke pusat kota, melintasi derasnya arus Batang Belimbing dengan sepeda motor memang terbilang berbahaya. Namun, opsi ini dianggap paling efisien dibandingkan memutar lewat jalur alternatif yang memakan waktu dan bahan bakar lebih banyak.
Para pengendara terlihat berhati-hati saat melintasi aliran sungai. Sebagian memilih menunggu rekan atau warga lain yang lebih dulu menyeberang untuk memastikan kondisi arus aman sebelum mencoba peruntungan.
Proyek perbaikan jembatan yang tengah berjalan sejatinya menjadi harapan warga agar akses transportasi kembali normal. Selama masa pengerjaan, mobilitas warga menjadi terganggu dan aktivitas perekonomian di sekitar kampung ikut terdampak.
Warga berharap pengerjaan jembatan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Mereka juga meminta pihak terkait untuk mempertimbangkan penyediaan akses darurat atau penyeberangan sementara yang lebih aman selama proses pembangunan berlangsung.
Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur penunjang di kawasan permukiman. Keterlambatan pengerjaan proyek perbaikan jembatan tak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang sehari-hari menggantungkan hidup pada akses tersebut.