PARIAMAN — Sebanyak 76 mahasiswa asal Kota Pariaman resmi diberangkatkan untuk menempuh pendidikan tinggi melalui Program Satu Keluarga Satu Sarjana Plus (Saga Saja Plus) tahun 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (12/8/2026).
Para penerima beasiswa ini akan tersebar di 18 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Pariaman. Sebagian besar kampus tujuan berada di Sumatera Barat, namun ada pula yang berlokasi di Jakarta, Semarang, Bogor, dan Yogyakarta.
Dari 18 kampus mitra, sejumlah nama besar seperti Universitas Indonesia (UI) Program Pendidikan Vokasi, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara Jakarta ikut menerima mahasiswa program ini.
Di tingkat lokal, mahasiswa akan kuliah di Universitas Andalas bidang vokasi, Politeknik Negeri Padang, Universitas Negeri Padang (PSDKU Pariaman), serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Piala Sakti. Ada juga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin dan Institut Agama Islam Sumatera Barat.
Beberapa kampus vokasi lain yang menjadi tujuan adalah Politeknik Pelayaran Sumbar, Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang, Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor, serta Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta.
Yota Balad menegaskan program Saga Saja Plus tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan. Para mahasiswa juga mendapat pembekalan keterampilan hidup atau life skill sebagai bekal sebelum masuk dunia kerja.
Program ini menyasar warga Pariaman dari keluarga kurang mampu yang namanya tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan begitu, akses pendidikan tinggi diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Di hadapan mahasiswa dan orang tua, Yota Balad meminta para penerima beasiswa menetapkan target akademik tinggi. Ia mendorong mereka belajar konsisten dan berupaya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik.
“Jangan lupa beribadah, tetap rendah hati, jaga nama baik orang tua dan Kota Pariaman. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat mencapai cita-cita dan menjadi generasi yang membanggakan daerah,” pesannya.
Menurut Yota, prestasi akademik yang baik menjadi modal utama untuk mendapatkan pekerjaan layak setelah lulus. Pada akhirnya, para lulusan diharapkan mampu memperbaiki ekonomi keluarganya masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Selain mendorong prestasi generasi muda, Saga Saja Plus diarahkan untuk membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di daerah.
Ia menambahkan, pendidikan merupakan investasi penting untuk masa depan keluarga. Para mahasiswa diminta bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga sikap, dan menghormati orang tua selama menempuh pendidikan di luar daerah.