Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri yang meninggal dunia dalam usia 59 tahun, Sabtu (5/9). Mahyeldi langsung melayat ke rumah duka di Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
PADANG — Syaiful Bahri, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat yang akrab disapa Pung, meninggal dunia dan meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hadir langsung di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Jenazah almarhum telah dimandikan di rumah duka dan disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas. Prosesi pemakaman dilakukan di makam keluarga di kawasan Andalas, Kota Padang, setelah sebelumnya jenazah dilepas di Kantor Gubernur Sumbar.
Mahyeldi menyebut kepergian Syaiful Bahri bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar, tetapi juga bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Barat. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang telah memberikan kontribusi nyata dalam setiap amanah yang diemban, termasuk di bidang kebudayaan.
"Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi dan tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi," ujar Mahyeldi di rumah duka.
Gubernur berharap seluruh pengabdian almarhum selama hidup menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.
"Insyaallah, seluruh kontribusi, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau berikan kepada daerah dan masyarakat semasa hidup menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," tuturnya.
Di tengah duka, Mahyeldi menyampaikan doa agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah. Ia juga memohon kepada Allah SWT agar segala kekhilafan almarhum diampuni dan ditempatkan di sisi terbaik-Nya.
"Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah serta menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," kata Mahyeldi.
Kepada istri dan keluarga, Gubernur berpesan agar kepergian Syaiful Bahri diterima dengan ikhlas. Mahyeldi berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi kehilangan sekaligus dapat melanjutkan kehidupan dengan ketabahan.
Syaiful Bahri dikenal sebagai aparatur sipil negara yang lama berkarier di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Kebudayaan, almarhum telah mengemban sejumlah posisi strategis di berbagai instansi pemerintahan daerah.