SUMATERA BARAT — Netflix India memperluas lini konten komedinya secara signifikan. Monika Shergill, Vice President of Content Netflix India, menyatakan genre ini kini menjadi pilar strategis karena mampu menjawab kebutuhan audiens yang beragam.
"Komedi itu sangat personal dan subjektif. Yang membuat satu orang tertawa belum tentu berhasil untuk orang lain, jadi tugas kami adalah melayani audiens dengan berbagai macam suara, format, dan selera," ujar Shergill kepada Variety.
Slate komedi musim ini mencakup berbagai format. Film franchise "Dhamaal 4" dan komedi keluarga "Chumbak" akan menjadi pembuka. Keduanya hadir bersama spesial stand-up Zakir Khan bertajuk "Papa Yaar", "The Great Indian Kapil Show" Season 5, serta "Dhindora" Season 2 dari Bhuvan Bam.
Netflix juga menyambut pendatang baru, Sumukhi Suresh, dengan spesial "Hoemonal". Platform streaming ini menambahkan lebih banyak episode "India's Got Latent" dari Samay Raina, termasuk episode eksklusif yang baru dirilis bersama Varun Dhawan.
"Chumbak" digarap oleh J.D. Majethia dan Aatish Kapadia, duo kreator di balik "Khichdi" dan "Sarabhai vs Sarabhai". Komedi lintas generasi ini berlatar di sebuah lingkungan permukiman Mumbai dan mengikuti kehidupan lima keluarga yang terikat oleh bantuan, opini, dan kekacauan sehari-hari.
Sementara itu, "Papa Yaar" menelusuri perubahan cara pandang Khan terhadap sosok ayahnya. Alih-alih memposisikan orang tua sebagai figur otoritas, spesial ini menampilkan ikatan yang dibangun dari sejarah bersama dan saling pengertian.
Shergill menegaskan bahwa kesuksesan slate ini tidak diukur dari satu faktor tunggal. "Bukan satu sinyal, tapi kombinasi dari beberapa hal," katanya. Ia mencontohkan kembalinya "Dhindora" untuk musim kedua, kehadiran "Hoemonal" sebagai suara baru, serta evolusi hubungan Netflix dengan Samay Raina yang kini berujung pada pengembangan spesial eksklusif.
Data internal menunjukkan penonton menginginkan dua hal sekaligus: kenyamanan dan kejutan. "Salah satu hal paling jelas yang kami pelajari adalah audiens menginginkan kenyamanan sekaligus kejutan," ujar Shergill. Ia membandingkan "The Great Indian Kapil Show" yang konsisten dengan pemeran yang sama, melawan dunia pengadilan eksentrik dalam "Maamla Legal Hai", sebagai dua jalan berbeda menuju hasil yang sama. "Yang menghubungkan keduanya adalah pengakuan emosional."
Dalam memilih talenta komedi, Netflix mempertimbangkan tiga hal: sudut pandang yang khas, ide yang kuat, dan potensi hubungan kreatif untuk berkembang. Shergill menegaskan bahwa jumlah pengikut besar "tidak bisa menggantikan ide".
Soal pasar internasional, Shergill menolak anggapan bahwa humor India harus diencerkan agar bisa diterima global. "Humor India tidak harus menjadi kurang India untuk bisa berkelana. Justru, kekhasan bisa menjadi kekuatan," tegasnya. Deretan spesial Vir Das, yang dimahkotai kemenangan International Emmy untuk "Landing" pada 2023, menjadi bukti dinamika tersebut.
Fase pertumbuhan berikutnya, menurut Shergill, akan datang dari suara dan dunia komedi yang belum tergarap. "Peluang terbesar ada pada suara dan dunia komedi yang belum kami temukan," ujarnya. "Ide breakout berikutnya mungkin tidak akan terlihat seperti apa pun yang pernah ada sebelumnya. Tugas kami adalah tetap penasaran untuk menemukannya dan cukup ambisius untuk mendukungnya."
Keputusan ini menegaskan posisi komedi sebagai genre yang masih kurang terlayani di industri hiburan India, dan Netflix berniat mengisinya dengan kombinasi antara keberlanjutan dan kebaruan.