PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kabut/asap yang menyelimuti lima kota di Sumatera Barat pada Senin (7/9/2026). Fenomena udara kabur juga diprakirakan terjadi di dua wilayah lainnya, menjadikan hampir seluruh kawasan tersebut memiliki jarak pandang yang perlu diwaspadai.
Prakiraan ini menjadi perhatian utama bagi warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara di jalur pegunungan dan dataran tinggi. Kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat diminta memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Kabut Menyelimuti Padang hingga Bukittinggi
Kota Padang sebagai ibukota provinsi diprakirakan mengalami kabut/asap dengan suhu 22–28 derajat Celsius dan kelembapan udara 66–96 persen. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Solok yang memiliki suhu 20–28 derajat Celsius.
Di kawasan dataran tinggi, Kota Bukittinggi tercatat memiliki suhu paling rendah yakni 18–26 derajat Celsius. Kelembapan udaranya berada di rentang 49–99 persen. Kota Padang Panjang juga diprakirakan berkabut dengan suhu 19–26 derajat Celsius dan tingkat kelembapan yang bisa mencapai 99 persen.
Dua Kota Alami Udara Kabur
Berbeda dengan kategori kabut/asap, BMKG memprakirakan Kota Sawahlunto dan Kota Payakumbuh mengalami fenomena udara kabur. Sawahlunto diprediksi memiliki suhu 23–31 derajat Celsius, menjadikannya salah satu wilayah terhangat hari ini. Sementara Payakumbuh berada di kisaran 20–29 derajat Celsius.
Perbedaan kategori ini penting dipahami warga. Kabut/asap umumnya mengandung partikel yang dapat mengganggu pernapasan, sedangkan udara kabur lebih disebabkan kondensasi uap air di lapisan dekat permukaan.
Pariaman Satu-satunya Wilayah Diguyur Hujan
Kota Pariaman menjadi pengecualian di tengah dominasi kabut. BMKG memprakirakan wilayah pesisir ini mengalami hujan ringan dengan suhu 25–30 derajat Celsius dan kelembapan 70–94 persen.
Bagi warga Pariaman yang berencana melaut atau beraktivitas di pelabuhan, hujan ringan berpotensi mengganggu visibilitas namun tidak dalam kategori ekstrem. Tetap waspada terhadap genangan di jalan utama menjadi saran yang perlu diindahkan.
Kelembapan Tinggi, Warga Diminta Siapkan Jas Hujan
Data BMKG menunjukkan kelembapan udara di tujuh kota tersebut berkisar antara 49 hingga 99 persen. Angka tertinggi diprakirakan terjadi di Bukittinggi dan Padang Panjang yang mencapai 99 persen, menandakan udara hampir jenuh dengan uap air.
Kondisi ini membuat potensi kabut bertahan lebih lama di pagi hari. Pengendara yang melintasi kelok-kelok menuju Bukittinggi atau Padang Panjang disarankan menyalakan lampu utama dan menjaga jarak aman.
Masyarakat diimbau terus memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi dan situs resmi BMKG, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor transportasi, pertanian, dan perikanan yang sangat bergantung pada kondisi atmosfer. (cr8)