Festival Literasi Sumatera Barat Digelar di Padang, Usung Tema Peranan Literasi Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya

Penulis: Teuku Fahreza  •  Kamis, 10 September 2026 | 12:45:01 WIB
Peserta mengikuti kegiatan Festival Literasi Sumatera Barat di Padang, Selasa (8/9/2026).

Pemprov Sumatera Barat menggelar Festival Literasi di Padang pada Selasa (8/9/2026) untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kecakapan literasi, serta mendorong kreativitas masyarakat dan siswa. Kegiatan ini mengangkat tema "Peranan Literasi Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya".

PADANG — Pemprov Sumatera Barat menggelar Festival Literasi di Padang pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini mengangkat tema "Peranan Literasi Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya".

Tema tersebut dipilih untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kecakapan literasi, serta mendorong kreativitas masyarakat dan siswa.

Penanganan Naskah Kuno Jadi Perhatian

Salah satu agenda yang menarik dalam festival ini adalah demonstrasi penanganan naskah kuno. Petugas memperlihatkan secara langsung bagaimana cara merawat dan mengelola koleksi bersejarah tersebut.

Demonstrasi ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya melalui literasi. Naskah kuno merupakan warisan yang perlu dijaga keasliannya agar tetap bisa dibaca generasi mendatang.

Penguatan Budaya Baca Masyarakat

Festival ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Pemprov Sumbar menilai literasi tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak lebih aktif dalam kegiatan literasi. Siswa menjadi salah satu sasaran utama agar kebiasaan membaca tumbuh sejak dini.

Literasi untuk Alam dan Budaya

Tema yang diusung tahun ini menghubungkan literasi dengan isu lingkungan dan pelestarian budaya. Pemahaman yang baik terhadap alam dan budaya diharapkan lahir dari kebiasaan membaca dan belajar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah kreativitas bagi masyarakat dan pelajar dalam mengekspresikan ide melalui berbagai bentuk karya literasi.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top