Kabut Asap Selimuti Kota Solok, 10-12 September 2026 Murid PAUD hingga SMP Belajar Daring

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 11 September 2026 | 09:38:32 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Solok, Sumatera Barat, pada 10-12 September 2026.

Dinas Pendidikan Kota Solok memberlakukan pembelajaran daring bagi murid PAUD hingga SMP pada 10-12 September 2026 akibat kabut asap karhutla yang membuat kualitas udara tidak sehat. Kebijakan ini diambil setelah Indeks Kualitas Udara (IKU) Kota Solok mencapai angka 150. Pemkot juga meminta SMA dan SLB di wilayah itu mengikuti pembelajaran dari rumah.

SOLOK — Dinas Pendidikan Kota Solok, Sumatera Barat, resmi memindahkan kegiatan belajar mengajar dari sekolah ke rumah. Pembelajaran dalam jaringan (daring) berlaku bagi murid PAUD hingga SMP selama tiga hari, 10-12 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina mengatakan kebijakan ini menindaklanjuti laporan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH) soal kualitas udara di daerah itu. IKU Kota Solok tercatat menyentuh angka 150 atau kategori tidak sehat.

Mengapa Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Sementara

Angka 150 pada IKU membuat paparan kabut asap dinilai berisiko bagi kesehatan, terutama anak-anak dan peserta didik. Pemkot memilih mengurangi risiko tersebut dengan memindahkan aktivitas belajar ke rumah.

"Berdasarkan pemberitahuan Disperkim LH, kualitas udara di Kota Solok mencapai angka 150 yang berada pada kategori tidak sehat sehingga dinilai dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan peserta didik," ujar Lusya Adelina di Solok, Kamis.

Kebijakan ini tidak hanya menyasar sekolah di bawah kewenangan Pemkot Solok. Lusya menyebut pihaknya juga meminta SMA dan SLB di Kota Solok menerapkan pembelajaran daring.

"Kami juga meminta bagi SMA dan SLB di Kota Solok," katanya.

Kabut Asap Sebelumnya Belum Separuh Ini, Siswa Masih Pakai Masker

Kabut asap sebenarnya sudah menyelimuti Kota Solok sebelum periode ini. Kondisinya belum separah sekarang, sehingga kegiatan belajar mengajar masih bisa berjalan tatap muka dengan kewajiban memakai masker bagi siswa.

Perubahan kategori kualitas udara menjadi tidak sehat yang membuat pemerintah daerah mengambil langkah pencegahan lebih tegas.

"Untuk sementara kegiatan belajar dipindahkan ke rumah karena kondisi kualitas udara yang sudah tidak sehat," ujar Lusya.

Evaluasi Setelah 12 September 2026, Daring Bisa Diperpanjang

Dinas Pendidikan Kota Solok akan memantau perkembangan kualitas udara selama periode pembelajaran daring berlangsung. Hasil pemantauan itu menjadi dasar penentuan kebijakan berikutnya bersama instansi terkait.

Jika kualitas udara memburuk, pembelajaran daring berpotensi diperpanjang. Sebaliknya, bila kondisi udara membaik dan dinilai aman bagi peserta didik, kegiatan tatap muka akan kembali dilaksanakan.

Lusya berharap kabut asap segera berakhir agar aktivitas pendidikan di Kota Solok kembali normal. Ia juga mengimbau anak-anak tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar selama kualitas udara belum membaik.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top