Wapres Gibran Tinjau Posko Banjir Bandang Solok, Minta Pembersihan Lumpur dan Keringanan Cicilan Warga Terdampak

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 26 September 2026 | 07:31:01 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok.

SOLOK — Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok menegaskan bahwa penanganan banjir bandang tidak berhenti ketika air surut. Ia menilai pembersihan lumpur, pasir, batu, kayu, dan longsoran menjadi pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan.

Menurut Wapres, prioritas pembersihan material diarahkan ke permukiman, jalan, jembatan, masjid, lahan pertanian, dan fasilitas umum. Langkah itu diperlukan agar akses dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Pembersihan Material Jadi Prioritas Utama

Gibran menekankan bahwa pemulihan pascabencana menuntut kerja lapangan yang berkelanjutan. Ia menyebut material banjir yang menumpuk di berbagai titik harus ditangani lebih dulu sebelum warga bisa beraktivitas seperti semula.

"Penanganan tidak selesai saat air surut. Lumpur, pasir, batu, kayu, dan longsoran harus dibersihkan. Prioritas pembersihan material banjir di permukiman, jalan, jembatan, masjid, lahan pertanian, fasilitas umum," kata dia.

Selain pembersihan, Wapres meminta kewaspadaan terhadap hujan dan longsor susulan ditingkatkan. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diminta diperkuat agar informasi potensi bencana sampai ke warga di wilayah rawan.

"Tingkatkan kewaspadaan hujan dan longsor susulan. Perkuat koordinasi dengan BMKG dan pastikan warga di area rawan menerima informasi yang mudah dipahami," ujarnya.

Solok Lumbung Pangan, Lahan Pertanian Diminta Segera Pulih

Kabupaten Solok dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Barat dan nasional. Karena itu, pemulihan lahan pertanian yang terdampak banjir bandang diminta menjadi prioritas agar petani bisa kembali bekerja.

"Solok merupakan salah satu lumbung pangan untuk Sumbar dan nasional, pemulihan lahan pertanian harus menjadi prioritas agar warga bisa kembali bertani," katanya.

Wapres menilai pemulihan ekonomi warga tidak bisa dipisahkan dari pemulihan lahan. Jika sawah dan kebun kembali produktif, aktivitas ekonomi di tingkat kampung dan nagari ikut bergerak lagi.

Keringanan Cicilan untuk Warga Terdampak

Pemerintah diminta memberi perhatian kepada warga terdampak yang masih memiliki kewajiban cicilan di bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, maupun lembaga pembiayaan lain. Keringanan diberikan selama masa kebencanaan.

"Warga yang memiliki cicilan di bank Himbara mana pun, selama masa kebencanaan mendapatkan sedikit keringanan," ujar dia.

Bupati Solok diminta mendata warga terdampak yang membutuhkan bantuan restrukturisasi pembiayaan. Pendataan itu penting supaya keringanan cicilan tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Korban Meninggal Ditemukan, Keluarga Diminta Didampingi

Dalam kunjungan itu, Wapres menerima laporan bahwa Agusra (59), warga yang sebelumnya masih dalam pencarian, telah ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Ia meminta korban ditangani dengan baik dan keluarga yang ditinggalkan mendapat pendampingan.

Sebelum meninjau posko utama, Gibran mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro. Di sana ia berdialog dengan warga terdampak untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pengungsi selama masa tanggap darurat.

Seluruh kendala yang ditemukan di lapangan akan dihimpun untuk dilaporkan kepada Presiden Prabowo guna mendapatkan arahan lebih lanjut. Laporan itu mencakup persoalan teknis penanganan maupun kebutuhan warga yang belum terpenuhi.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top