Pencarian

Trump Ubah Istilah AI Jadi Super Intelligence di Dokumen AS

Rabu, 23 September 2026 • 17:49:31 WIB
Trump Ubah Istilah AI Jadi Super Intelligence di Dokumen AS
Presiden AS Donald Trump berpidato di Majelis Umum PBB.

SUMATERA BARAT — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penggantian istilah artificial intelligence (AI) menjadi super intelligence (SI) dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Kebijakan ini akan diterapkan pada seluruh dokumen resmi Amerika Serikat dan diharapkan diikuti negara lain. Perubahan nama ini memicu pertanyaan soal adopsi di industri teknologi global.

Donald Trump menyampaikan pengumuman tersebut di hadapan Majelis Umum Persatuan Bangsa-bangsa. Ia beralasan istilah "artificial" atau "buatan" membuat teknologi itu terdengar palsu.

"Selamat datang di dunia baru super intelligence (kecerdasan super) - SI," kata Trump seperti dikutip dari BBC, Rabu (23/9/2026).

"Mulai sekarang, semua dokumen Amerika Serikat, dan mudah-mudahan juga di seluruh dunia, akan diubah untuk menggunakan istilah yang lebih akurat, yaitu 'super', untuk menggantikan 'buatan'. Jadi istilah yang digunakan adalah 'kecerdasan super'," imbuhnya.

Polling di Media Sosial Sebelum Pengumuman

Sebelum mengumumkan perubahan ini, Trump menggelar polling di media sosial selama sepekan terakhir. Ia meminta pengikutnya memilih nama baru untuk AI dari tiga opsi: Superior Intelligence (kecerdasan superior), Extreme Intelligence (kecerdasan ekstrem), dan Supreme Intelligence (kecerdasan tertinggi).

Pemungutan suara berlangsung beberapa kali di platform Truth Social dan X. Kecerdasan super keluar sebagai pemenang. Trump tidak pernah menjelaskan alasan di balik dorongan mengubah nama AI.

Respons Pakar: Istilah Belum Tepat untuk AI Saat Ini

Sejumlah akademisi meragukan ketepatan istilah super intelligence untuk menggambarkan teknologi AI yang ada sekarang. Istilah ini punya makna teknis khusus di komunitas riset kecerdasan buatan.

Pada 2014, pakar filosofi Nick Bostrom menulis buku berjudul Superintelligence: Paths, Dangers, Strategies. Ia mendeskripsikan kecerdasan super sebagai jenis kecerdasan yang jauh melampaui kemampuan manusia di hampir semua bidang.

Kecerdasan super yang dideskripsikan Bostrom masih sebatas teori. Menurut sejumlah pakar AI, sistem yang ada saat ini belum bisa dikategorikan sebagai kecerdasan super.

"Sistem kecerdasan super, jika benar-benar terwujud, akan dianggap para ahli sebagai teknologi paling penting yang pernah dibuat," kata dosen etika digital dari University of Melbourne Simon Coghlan.

"Menurut perkiraan saya, para profesional akan lebih memilih menggunakan istilah 'SI' untuk tingkat AI yang lebih tinggi, bukan untuk mendeskripsikan AI saat ini. Rasanya teknologi ini belum sampai pada tahap tersebut," kata Ben Leong, dosen ilmu komputer di National University of Singapore.

Adopsi di Industri Teknologi Masih Tanda Tanya

Apakah istilah baru ini akan diadopsi oleh industri teknologi masih belum jelas. Perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, OpenAI, dan Meta selama ini menggunakan istilah artificial intelligence atau AI dalam produk dan dokumentasi mereka.

Perubahan nomenklatur di dokumen resmi AS berpotensi memengaruhi cara regulator dan pelaku industri di berbagai negara menyusun kebijakan. Namun tanpa dukungan adopsi dari perusahaan teknologi, istilah SI berisiko hanya bertahan di lingkup pemerintahan AS.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pelaku industri teknologi besar soal kemungkinan mengikuti perubahan istilah tersebut.

Follow sumbaronline.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks