PADANG — Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Fadhli Junaidi menyatakan pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi sekolah yang ingin memanfaatkan ruang di lingkungan dinas tersebut. Menurut dia, permohonan bisa diajukan tanpa harus mengantre di kantor.
"Seandainya ada dari pihak sekolah ataupun dari adik-adik pelajar kita yang ingin memanfaatkan ruang-ruang yang kami punya kami silahkan, itu tidak usah langsung datang ke kantor bisa lewat telepon saja, paling kami nanti minta surat bisa dikirim lewat WA," kata Fadhli di Padang, Sabtu.
Kemudahan pengurusan itu disebut sebagai bagian dari upaya mendorong pelajar dan seniman muda lebih aktif memakai fasilitas publik yang tersedia.
Fadhli mengakui belum seluruh ruang milik Dinas Kebudayaan bisa menunjang aktivitas seniman dan budayawan di Sumatera Barat. Gedung Kebudayaan masih terbengkalai dan butuh anggaran sekitar Rp184 miliar untuk disempurnakan.
Kondisi itu membuat ruang yang sudah bisa dipakai saat ini perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Pemprov juga mempermudah urusan pemakaian ruang agar tidak menyulitkan pelaku seni.
"Hal ini sesuai dengan pesan bapak gubernur agar ruang-ruang yang ada di Dinas Kebudayaan ini bisa dimanfaatkan untuk pelaku seniman budayawan dan seluruhnya," katanya.
Pemanfaatan ruang itu sudah berjalan lewat pameran seni rupa dan kriya karya pelajar SMKN 4 dan SMKN 8 Padang. Pameran digelar di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat dan dibuka sejak Senin (21/9/2025) hingga Sabtu (3/9/2026).
Galeri tersebut disediakan pemerintah sebagai wadah, laboratorium kreatif, sekaligus panggung bagi para seniman, termasuk seniman muda akademis dari SMK. Dinas Kebudayaan berharap kegiatan serupa memantik semangat pelajar mengeksplorasi potensi diri.
Pelestarian nilai akar budaya Minangkabau dan keberanian berinovasi di era modern disebut menjadi dua hal yang ingin didorong lewat ruang-ruang kreatif tersebut.
Ruang di lingkungan Dinas Kebudayaan Sumatera Barat terbuka untuk pertunjukan, latihan, hingga pameran seni. Sekolah cukup menghubungi pengelola lewat telepon atau WhatsApp, lalu melengkapi surat permohonan yang bisa dikirim menyusul.
Pengajuan lewat jalur daring itu memangkas jarak dan waktu bagi sekolah di luar Padang. Dinas Kebudayaan melalui UPTD Taman Budaya dan Museum Adityawarman menjadi pintu masuk permohonan tersebut.
Bagi pelajar yang ingin menampilkan karya, jalur ini membuka peluang tampil di panggung resmi tanpa harus menunggu agenda besar daerah.