Persija Women "Istirahatkan" Pelatih Yusup Prasetiyo di Awal IWL 2026/2027

Penulis: Zulkifli Arief  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:03:31 WIB
Manajer Persija Putri Diky Soemarno mengumumkan penggantian pelatih melalui keterangan tertulis.

SUMATERA BARAT — Persija Jakarta Women mengganti pelatih Muhamad Yusup Prasetiyo hanya dua laga setelah bergulirnya IWL 2026/2027. Manajemen memilih istilah "mengistirahatkan" pelatih berusia 36 tahun itu setelah tim tanpa kemenangan dan terpuruk di dasar klasemen sementara dengan satu poin.

Keputusan itu diumumkan manajer Persija Putri, Diky Soemarno, lewat keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026). Pergantian terjadi di tengah laju tim yang belum menemukan bentuk permainan di kompetisi musim ini.

Dari dua laga pembuka, Sabreena Dressler dkk hanya membukukan satu hasil imbang dan satu kekalahan. Rangkaian hasil tersebut menempatkan Persija Putri di posisi terbawah klasemen sementara dengan koleksi satu poin.

Kritik Yusup pada Striker Asing Picu Kekecewaan

Pergantian ini datang tak lama setelah Yusup Prasetiyo menyoroti kualitas striker asing Christi-Anne K-Shanta Mills. Kritik itu ia lontarkan usai Persija Putri kalah 0-1 dari Persikad Depok Women.

Pelatih yang karib dipanggil Yoyo itu menyebut proses perekrutan pemain asing berjalan mepet. Ia mengaku sempat kehilangan beberapa opsi sebelum akhirnya mendatangkan Christie.

"Memang ada banyak pilihan dari awal, mungkin ada lima opsi ya. Pilihan pertama gagal karena kendala administrasi. Pilihan kedua cedera. Pilihan ketiga memilih main di Eropa. Pilihan keempat saya agak lupa, dan akhirnya pilihan kelima diambil dalam waktu yang sangat mepet," jelas Yusup.

Ia menilai kualitas Christie jauh dari harapan tim. "Dalam waktu singkat saya harus memutuskan untuk mendatangkan pemain asing, terutama posisi nomor 9 karena itu masalah besar di Persija. Dan dalam laga ini, seperti teman-teman lihat, kualitas Christie jauh banget dari harapan kita semua," katanya.

Kedalaman Skuad Jadi Sorotan: 14-15 Pemain Berkualitas

Persoalan Persija Putri bukan hanya soal ujung tombak. Yusup menyebut kedalaman skuad tim belum ideal karena jarak kualitas antarpemain terlalu lebar.

"Dari 25 pemain yang kita punya, yang bisa main bola dan punya peluang membantu tim memenangkan pertandingan hanya sekitar 14 sampai 15 orang. Sisanya itu grade C, kualitasnya memang jauh banget. Gap kualitas antarpemain sangat jauh sekali. Itu yang membuat kedalaman skuad kita belum ideal," tegasnya.

Manajemen Pilih Redam Tekanan, Bukan Tambah Beban

Diky Soemarno menegaskan pihaknya mengambil tanggung jawab untuk menjaga suasana tim tetap kondusif. Ia menyebut tekanan dan kekecewaan sebagai hal yang wajar dalam perjalanan sebuah tim.

"Tanggung jawab kami bersama adalah mengelolanya dengan baik, sehingga setiap pemain tetap merasa aman, dihargai, dan memiliki ruang untuk berkembang. Sebagai manajer, saya juga menyadari tanggung jawab untuk turut menjaga suasana yang positif dan kondusif," ujar Diky.

Manajemen berkomitmen menyelesaikan persoalan secara bijaksana dan tetap menghormati semua pihak. "Untuk saat ini, fokus utama kami adalah mendampingi tim agar dapat kembali berkonsentrasi, menjaga kebersamaan, dan melangkah ke depan dengan baik," tuturnya.

Persija Putri kini harus segera menemukan pengganti agar tidak semakin tertinggal di papan bawah IWL 2026/2027. Skuad asuhan pelatih anyar dituntut langsung mendulang poin pada laga berikutnya.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top