Pencarian

Menpar Dorong Roadmap Pariwisata Sumbar, Tinjau Destinasi Unggulan

Sabtu, 02 Mei 2026 • 09:21:53 WIB
Menpar Dorong Roadmap Pariwisata Sumbar, Tinjau Destinasi Unggulan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung destinasi unggulan Sumatera Barat untuk percepatan pengembangan pariwisata.

Kabupaten Agam — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana datang langsung ke lapangan untuk mendengarkan kebutuhan nyata industri pariwisata Sumatera Barat. Pertemuan dengan pelaku industri dari pemerintah daerah, asosiasi, komunitas, dan operator wisata di Desa Wisata Koto Gadang menghasilkan sejumlah komitmen tindak lanjut konkret yang akan dikoordinasikan lintas kementerian.

Aspirasi Industri: Roadmap hingga Politeknik Pariwisata

Aspirasi yang terungkap mencerminkan tantangan nyata yang sudah lama dirasakan pelaku industri. Kebutuhan roadmap pariwisata sebagai panduan strategis jangka panjang menjadi prioritas utama, mengingat sektor ini membutuhkan arah yang jelas daripada kebijakan yang berfluktuasi.

Dorongan untuk menghadirkan Politeknik Pariwisata di Sumatera Barat juga menguat dalam pertemuan tersebut. Kebutuhan SDM terampil yang relevan dengan standar industri modern terus meningkat, namun belum tersedia institusi pendidikan khusus yang mendukung pengembangan talenta lokal.

Aksesibilitas dan Penataan Akomodasi Jadi Fokus Utama

Infrastruktur menjadi sorotan utama dalam diskusi. Tanpa aksesibilitas yang memadai, destinasi sebagus apa pun akan sulit berkembang. Menpar menekankan hal ini secara langsung: "Aksesibilitas menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kunjungan wisatawan." Menteri memastikan seluruh masukan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas kementerian.

Isu penataan akomodasi turut mendapat perhatian serius. Kementerian Pariwisata kini aktif melakukan pendataan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pengusaha pariwisata, termasuk mendorong yang belum berizin untuk melengkapi perizinan melalui sistem OSS. Kolaborasi dengan berbagai platform online travel agent juga diperkuat untuk memastikan seluruh merchant memenuhi ketentuan berlaku. Legalitas usaha bukan sekadar urusan administratif, tetapi jaminan standar keamanan dan profesionalitas yang melindungi konsumen sekaligus meningkatkan penerimaan daerah.

Tinjau Destinasi Unggulan: Kekayaan Budaya dan Alam Sumbar

Menpar juga meninjau langsung sejumlah destinasi unggulan Sumatera Barat. Di Bukittinggi, ia mengunjungi Panorama Ngarai Sianok, kawasan alam yang terbentuk dari pergerakan patahan bumi dengan lanskap memukau, serta Lubang Jepang, terowongan bersejarah yang dibangun sekitar 1942 semasa pendudukan Jepang. Menpar menekankan: "Keindahan ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan kelestarian alam."

Kunjungan berlanjut ke Desa Wisata Koto Gadang, lokasi yang menyimpan nilai historis mendalam. Desa ini tidak hanya terkenal dengan udara sejuk, arsitektur kolonial terjaga, kerajinan perak, dan sulaman khas Minangkabau, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, dan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Pada Wonderful Indonesia Award 2025, desa ini meraih penghargaan terbaik kedua kategori desa wisata berbasis budaya—pengakuan yang seharusnya mendorong lebih banyak perhatian nasional.

Rangkaian kunjungan ditutup di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, replika istana Kerajaan Pagaruyung yang kini berfungsi sebagai museum dan pusat pelestarian budaya Minangkabau. Bangunan tiga lantai dengan ornamen khas yang dirancang tahan gempa ini menjadi simbol kejayaan budaya yang tetap hidup. "Istano Basa Pagaruyung menunjukkan bahwa budaya adalah fondasi utama pariwisata Indonesia. Harmoni antara masyarakat dan budaya menjadi kekuatan yang menjaga keberlanjutan hingga hari ini," ujar Menpar.

Ekosistem Pariwisata Sumbar Masih Membutuhkan Penguatan

Kunjungan Menpar menegaskan bahwa potensi besar tidak akan otomatis berubah menjadi pertumbuhan ekonomi tanpa infrastruktur yang memadai, SDM terlatih, dan tata kelola transparan. Sumatera Barat memiliki bahan baku berkualitas—dari keindahan alam hingga warisan budaya yang kaya. Tugas berikutnya memastikan ekosistem pariwisata siap menopang pertumbuhan berkelanjutan yang menguntungkan masyarakat lokal.

Bagikan
Sumber: xposeindonesia.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks