BUKITTINGGI — Jam Gadang, menara jam legendaris pemberian Ratu Wilhelmina pada 1926, akan genap berusia seabad pada tahun depan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan dukungan penuh terhadap perayaan besar yang disiapkan Pemerintah Kota Bukittinggi pada Juni 2026 mendatang.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut peringatan 100 tahun ini bukan sekadar seremonial. “Momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang harus menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus penguatan kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan yang bernilai edukasi, budaya, dan promosi daerah,” ujarnya dalam rapat persiapan bersama Pemko Bukittinggi, Minggu (31/5/2026).
Dari Seminar Internasional hingga Festival Film
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, merinci rangkaian acara yang bakal menyemarakkan perayaan selama 18 hari tersebut. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari seminar internasional, Minangkabau Literacy Festival 2026, hingga festival kuliner tradisional.
Panitia juga menjadwalkan Jam Gadang Cultural Night, Bukittinggi East Film Festival, dan Jam Gadang Fun Run. Semua kegiatan dirancang untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara sekaligus menghidupkan sektor ekonomi lokal.
Simbol Sejarah yang Mendunia
Mahyeldi menekankan bahwa Jam Gadang bukan sekadar menara jam biasa. Ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau ini memiliki nilai historis mendalam yang merepresentasikan perjalanan hubungan Indonesia-Belanda. “Kemasan acara harus bermakna dan merepresentasikan transformasi hubungan kedua bangsa,” imbuhnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov Sumbar, Pemko Bukittinggi menargetkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses. Sinergi lintas sektor pun terus diperkuat demi memperkuat citra pariwisata Sumatera Barat di mata dunia.
Dampak Ekonomi bagi UMKM dan Pariwisata
Selain aspek budaya dan sejarah, perayaan satu abad Jam Gadang diyakini bakal memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Gubernur Mahyeldi optimistis gelaran ini akan menggerakkan pelaku UMKM dan industri pariwisata di Bukittinggi, terutama selama 18 hari perayaan berlangsung.
Rangkaian acara yang padat dan beragam diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, sehingga roda ekonomi masyarakat setempat ikut berputar lebih cepat.