Kemitraan ini diumumkan langsung oleh Waymo pekan lalu. Perusahaan yang bernaung di bawah Alphabet itu akan menyuplai baterai bekas dari armada robotaxi Jaguar I-Pace dan beberapa unit Zeekr ke B2U Storage Solutions. B2U kemudian akan merakitnya menjadi sistem penyimpanan energi skala besar yang terhubung ke jaringan listrik.
Ratusan Megawatt Kapasitas dari Baterai Pensiu
Waymo menyebut kerja sama ini akan menghasilkan “hundreds of megawatts of storage capacity” atau kapasitas penyimpanan ratusan megawatt. Namun mereka tidak merinci angka pastinya maupun jadwal implementasi tahap pertama.
Yang jelas, hampir seluruh armada Waymo saat ini adalah Jaguar I-Pace—ribuan unit yang sudah beroperasi di berbagai kota AS. Sebagian kecil lainnya adalah van buatan Zeekr, produsen asal China, yang baru mulai diuji coba dalam jumlah terbatas.
Baterai Bekas Punya Nyawa Kedua
B2U bukan pendatang baru di bisnis baterai daur ulang. Perusahaan ini fokus pada repurposing—memperpanjang masa pakai baterai kendaraan listrik untuk kebutuhan penyimpanan stasioner—bukan sekadar mencacahnya untuk diambil material mentahnya.
Pendekatan serupa juga diambil Redwood Materials, startup daur ulang baterai yang didirikan mantan CTO Tesla JB Straubel. Redwood yang sebagian didanai oleh Alphabet—induk Waymo—belum lama ini meluncurkan lini bisnis penyimpanan sekunder serupa dari baterai EV bekas.
Mengapa Ini Penting untuk Masa Depan Robotaxi
Kesepakatan ini mengisi celah besar dalam siklus hidup kendaraan otonom: apa yang terjadi pada baterai setelah ribuan siklus pengisian di jalan raya? Tanpa solusi yang jelas, limbah baterai bisa menjadi bom waktu lingkungan.
Dengan mengalihkannya ke penyimpanan jaringan, Waymo tidak hanya mengurangi jejak karbon tapi juga menciptakan sumber pendapatan baru dari aset yang sudah dianggap usang. Langkah ini bisa menjadi preseden bagi operator armada EV lain, termasuk di Asia, yang mulai menghadapi masalah serupa.