SOLOK — Langkah Yuni Mardanis kerap tertinggal dari rombongannya saat jutaan jemaah bergerak menuju lokasi ibadah di Makkah dan Madinah. Ia sengaja berjalan lebih pelan, menopang tubuh para lansia, menunggu mereka yang mulai melambat, hingga mengantarkan ke toilet dan memastikan mereka kembali ke kamar hotel dengan selamat.
Bukan Keluarga, Tapi Dirawat Seperti Ibu Sendiri
Meski tidak ada ikatan darah, Yuni memperlakukan para jemaah lansia itu seperti orang tuanya sendiri. Ia mengaku setiap kali membantu, dirinya membayangkan sedang merawat ibunya di kampung halaman.
“Alhamdulillah, saya merasa seperti memiliki orang tua di Tanah Suci. Saya melayani mereka dengan penuh kesabaran selama berhaji,” ungkap Yuni saat berbagi kisah, Sabtu (13/6/2026). Matanya berkaca-kaca saat mengenang kebersamaan itu.
Petani Solok yang Menunggu Lebih dari Sepuluh Tahun
Di kampung halamannya, Yuni sehari-hari mengelola ladang di Sungai Nanam. Ia mendaftar haji sejak 2013 dan baru bisa berangkat tahun ini setelah menunggu lebih dari satu dekade. Penantian panjang itu terbayar saat tiba di Tanah Suci, namun justru pengalaman membantu sesama yang menjadi kenangan paling berkesan baginya.
“Dengan adanya petugas, pelaksanaan ibadah jadi lebih mudah. Fasilitas hotel nyaman dan makanan juga tercukupi,” ujar Yuni soal dukungan yang ia terima selama berhaji.
Ketua Rombongan Beri Apresiasi: “Luar Biasa”
Ketua Rombongan, Rinaldi Bahar, menyaksikan langsung ketulusan Yuni. Ia menilai perempuan asal Solok itu rela mengorbankan waktu istirahat demi membantu jemaah lain.
“Ibu Yuni Mardanis benar-benar luar biasa. Ia merawat jemaah lansia seperti orang tuanya sendiri,” kata Rinaldi.
Pulang ke Ladang, Kenangan di Tanah Suci Tak Terlupakan
Kini, Yuni telah kembali ke Solok dan melanjutkan aktivitasnya sebagai petani. Meski begitu, pengalaman mendampingi para lansia di Tanah Suci akan selalu menjadi bagian berharga dalam hidupnya. Baginya, ibadah haji kali ini bukan sekadar perjalanan menuju Baitullah, tetapi juga perjalanan hati yang mempertemukannya dengan makna keikhlasan dalam melayani sesama.