SUMATERA BARAT — Bertanding di nomor ganda, Aldila/Zvonareva menundukkan perlawanan Schuurs/Perez dalam tiga set: 6-1, 4-6, dan 10-5 melalui super tie-break. Gelar ini menjadi yang pertama bagi Aldila pada musim 2026 dan datang tepat sebelum bergulirnya Grand Slam Wimbledon.
Dominasi di Set Pertama, Bangkit di Momen Krusial
Pasangan Indonesia-Rusia ini tampil dominan sejak awal. Setelah kehilangan gim pembuka, mereka merebut enam gim beruntun—termasuk tiga break servis lawan—untuk menutup set pertama dengan skor telak 6-1.
Statistik servis menjadi senjata utama. Sepanjang turnamen, Aldila/Zvonareva konsisten memenangi 75 persen poin dari servis pertama. Namun, Schuurs/Perez bangkit di set kedua dengan tekanan lebih besar. Kedua pasangan saling bertukar break hingga skor imbang 3-3, sebelum pasangan Belanda-Australia mematahkan servis Aldila/Zvonareva di gim ketujuh dan memaksa pertandingan berlanjut ke super tie-break.
Super Tie-break: Start Sempurna, Finis Tenang
Di babak penentuan, Aldila/Zvonareva langsung tancap gas dengan unggul 6-0. Lawan sempat memangkas jarak menjadi 8-5, tetapi pasangan juara bertahan tenang mengamankan dua poin terakhir untuk kemenangan 10-5. Secara keseluruhan, Aldila/Zvonareva unggul dalam poin penerimaan bola, 61 berbanding 49.
Modal Percaya Diri Menuju Wimbledon
Gelar ini menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi Aldila menjelang turnamen Grand Slam berikutnya. “Pastinya gelar ini meningkatkan kepercayaan diri aku untuk ke turnamen berikutnya, yaitu di Wimbledon,” kata Aldila setelah pertandingan, dilansir dari Antara.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan posisi Aldila sebagai salah satu petenis ganda putri terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, dengan torehan sejarah di level WTA 500 yang belum pernah dicapai petenis Tanah Air sebelumnya.